Perkuat Budaya Mutu, 157 Dosen UNP Ikuti Pelatihan SPMI dan AMI 2026
Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 digelar di Ballroom UNP Hotel & Convention, berlangsung selama empat hari, 27–30 April 2026.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG — Universitas Negeri Padang (UNP) terus memperkuat budaya mutu internal melalui penyelenggaraan Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas auditor internal sekaligus memastikan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, 27–30 April 2026, digelar di Ballroom UNP Hotel & Convention dan menghadirkan narasumber berpengalaman, yakni Dr. Warcito, S.P., M.M., Wakil Kepala Lembaga Bidang Pendidikan Eksekutif dan Pengembangan Talenta Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif (LKPE) IPB University, serta Dr. Wonny Ahmad Ridwan, M.M., expert dari LKPE IPB University.
Kegiatan ini dibuka oleh Rektor UNP yang diwakili Sekretaris Universitas, Prof. Dr. Erianjoni, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa auditor internal memegang peran krusial sebagai pengawal mutu institusi, terutama dalam memastikan kesesuaian antara standar yang ditetapkan dengan implementasi di lapangan.
“Sebagai pengawal mutu internal institusi, auditor harus bekerja secara objektif, jujur, dan amanah. Apa yang ditemukan di lapangan harus dilaporkan apa adanya, tanpa rekayasa,” tegasnya.
Ia juga memperkenalkan profil UNP kepada para narasumber, mulai dari sejarah institusi, jumlah fakultas dan program studi, hingga jumlah mahasiswa yang kini mencapai sekitar 56 ribu orang.
Sementara itu, Kepala Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) UNP, Prof. Dr. Abna Hidayati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 157 peserta, dengan 153 di antaranya merupakan perwakilan program studi yang ditunjuk sebagai auditor internal oleh masing-masing dekan.
Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada penguatan pemahaman teoritis, tetapi juga peningkatan kompetensi praktis melalui mekanisme evaluasi berupa pretest dan posttest. Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan secara konsisten hingga selesai.
Di akhir pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat sebagai auditor internal UNP. Selain itu, mereka juga memiliki peluang untuk berkembang menjadi asesor pada berbagai Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, UNP berharap sistem penjaminan mutu internal dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan, serta melahirkan auditor yang profesional, berintegritas, dan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Upaya ini sejalan dengan komitmen UNP dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan secara inklusif dan berkelanjutan. (*)
Editor :Andry