Tiga Peserta Tunarungu Ikuti UTBK-SNBT 2026 di UNP, Wujud Layanan Pendidikan Inklusif
Tiga peserta disabilitas tunarungu mengikuti ujian di Laboratorium Komputer Elektronika 4, Gedung Dekanat Fakultas Teknik lantai 1.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG — Pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Negeri Padang (UNP) menegaskan komitmen kampus terhadap layanan pendidikan inklusif. Pada sesi kedua yang digelar Selasa (21/4/2026), UNP memfasilitasi tiga peserta disabilitas tunarungu untuk mengikuti ujian di Laboratorium Komputer Elektronika 4, Gedung Dekanat Fakultas Teknik lantai 1.
Ketiga peserta tersebut datang dari latar belakang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama: meraih kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Salah satunya, Latifah Jamil, menempuh perjalanan dari Ujung Batu, Provinsi Riau, bersama kedua orang tuanya. Ia bahkan harus menginap di rumah kerabat di Padang demi mengikuti ujian. Dukungan keluarga menjadi kekuatan utama dalam langkahnya.
“(Ke sini) bersama Mama dan Papa, kami menginap di rumah sepupu,” ujarnya kepada tim humas dengan bantuan juru bahasa isyarat (JBI) yang juga bertugas sebagai pengawas.
Semangat serupa ditunjukkan Selvy Dwi Andyani, siswi SMKN 7 Padang. Ia mengaku telah mempersiapkan diri secara intensif dengan rutin berlatih soal dan mengulang materi pelajaran. Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP menjadi pilihan utamanya. Didampingi sang tante, Selvy menjalani ujian dengan penuh optimisme, membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi.
Sementara itu, Muhammad Jibril Ramadhan, peserta asal Padang, juga menunjukkan tekad kuat dalam mengikuti UTBK. Ia menjadikan Universitas Negeri Padang sebagai pilihan utama, melengkapi kisah perjuangan peserta disabilitas yang berupaya menggapai masa depan melalui pendidikan.
Pada kesempatan sebelumnya, Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D., menegaskan bahwa UNP menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Sumatera Barat yang menyediakan fasilitas UTBK bagi peserta disabilitas. Secara keseluruhan, terdapat tujuh peserta berkebutuhan khusus yang difasilitasi, terdiri dari empat tunanetra dan tiga tunarungu, dengan penjadwalan serta layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Upaya ini sejalan dengan komitmen UNP dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin keempat tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education), yang menekankan pentingnya akses pendidikan yang inklusif, adil, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui penyelenggaraan UTBK yang ramah disabilitas, UNP tidak hanya membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas, tetapi juga menegaskan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih cita-cita. (*)
Editor :Andry