FASI Sawahlunto Studi Tiru ke Bogor, Bidik Sport Tourism dan Prestasi Porprov 2026
Rombongan Pengurus Cabang FASI Kota Sawahlunto berfoto bersama jajaran Pemerintah Kab. Bogor saat melaksanakan studi tiru pengembangan olahraga paralayang dan sport tourism di Cibinong, Kamis (23/4/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID | SAWAHLUNTO -- Pengurus Cabang Olahraga Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Sawahlunto melaksanakan kegiatan studi tiru ke lokasi wisata olahraga paralayang di kawasan Puncak, Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 April 2026.
Studi tiru ini menjadi bagian dari langkah strategis FASI Kota Sawahlunto dalam menggali pengalaman dan praktik terbaik pengelolaan wisata olahraga berbasis paralayang. Fokus utama kunjungan adalah memperkuat rencana pengembangan sport tourism di Kota Sawahlunto, khususnya di arena paralayang Puncak Polan yang dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan.
Rombongan FASI Kota Sawahlunto dipimpin langsung oleh Ketua Pengcab FASI Sawahlunto, Hendri Elvin, yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Sawahlunto. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembina FASI Kota Sawahlunto, Jamhur, serta Anggota DPRD Kota Sawahlunto, Beni Ricardo Rizal dari Fraksi Golkar.
Kedatangan rombongan disambut oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor. Dalam agenda tersebut, peserta studi tiru mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung pengelolaan arena paralayang, sistem pembinaan atlet, hingga strategi pengembangan wisata berbasis olahraga yang telah berjalan di wilayah Bogor.
Ketua Pengcab FASI Sawahlunto, Hendri Elvin, menegaskan bahwa studi tiru ini sangat penting untuk membuka wawasan sekaligus memperkaya referensi dalam membangun ekosistem olahraga dirgantara yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.
Menurutnya, Kota Sawahlunto memiliki keunggulan alam yang sangat mendukung pengembangan olahraga paralayang. Dengan perencanaan yang matang dan dukungan berbagai pihak, Puncak Polan diyakini mampu berkembang menjadi pusat sport tourism yang menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Studi tiru ini menjadi bekal penting bagi kami untuk mengembangkan potensi paralayang di Kota Sawahlunto. Kami ingin menjadikan Puncak Polan sebagai destinasi sport tourism unggulan yang tidak hanya menghadirkan prestasi olahraga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina FASI Kota Sawahlunto, Jamhur, menilai bahwa sinergi antara olahraga, pariwisata, dan dukungan pemerintah daerah merupakan kunci utama dalam membangun kawasan wisata olahraga yang berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa selain pengembangan wisata, FASI Sawahlunto juga tengah fokus menyiapkan atlet untuk menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026. Menurut Jamhur, cabang olahraga aerosport akan memperebutkan total 12 medali, dan FASI Sawahlunto menargetkan mampu membawa pulang tiga medali emas.
“Kami menargetkan tiga medali emas dari 12 medali yang akan diperebutkan pada Porprov Sumbar 2026 mendatang. Target ini realistis jika persiapan atlet dilakukan secara maksimal, termasuk melalui pembelajaran dari daerah yang sudah maju seperti Bogor,” ujar Jamhur.
Ia menambahkan, hasil studi tiru ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan atlet sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan olahraga paralayang di Sawahlunto.
Kegiatan studi tiru tersebut juga menjadi momentum mempererat jejaring kerja sama antardaerah dalam pengembangan olahraga dirgantara. Dengan adanya transfer pengetahuan dan pengalaman dari Kabupaten Bogor, FASI Sawahlunto optimistis mampu menghadirkan inovasi baru dalam memajukan olahraga paralayang di Sumatera Barat.
Melalui kunjungan ini, FASI Kota Sawahlunto menunjukkan komitmennya untuk terus bergerak aktif dalam mendorong kemajuan olahraga sekaligus memaksimalkan potensi wisata daerah. Harapannya, Puncak Polan dapat tumbuh sebagai ikon baru sport tourism Kota Sawahlunto di masa mendatang, sekaligus menjadi lumbung prestasi bagi daerah.(*)
Editor :Andry