Peran Srikandi Haji Embarkasi Padang Perkuat Pelayanan Haji
Ketua Kloter 3, Leni Marlina.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG -- Keterlibatan petugas perempuan dalam penyelenggaraan ibadah haji di Embarkasi Padang terus diperkuat. Langkah ini diambil seiring dominasi jemaah perempuan, sekaligus mendukung layanan haji yang ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan.
Di Embarkasi Padang, peran perempuan tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi menempati posisi strategis dalam pelayanan. Sejumlah kloter bahkan dipimpin langsung oleh perempuan sebagai ketua kloter, didukung pembimbing ibadah perempuan serta tenaga kesehatan perempuan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatra Barat, M. Rifki, menyebutkan terdapat tiga kloter di Embarkasi Padang yang dipimpin langsung oleh perempuan.
“Selain ketua kloter perempuan, pembimbing ibadah dan tenaga kesehatan perempuan juga cukup banyak terlibat dalam pelayanan,” kata Rifki, Senin (27/4/2026)
Menurutnya, kondisi ini berbanding lurus dengan komposisi jemaah yang sebagian besar merupakan perempuan, sehingga membutuhkan pendekatan pelayanan yang lebih adaptif.
“Sebagian besar jemaah kita adalah perempuan. Karena itu, kehadiran petugas perempuan menjadi penting untuk memastikan pelayanan berjalan optimal dan sesuai kebutuhan,” kata nya.
Rifki menambahkan, kehadiran petugas perempuan juga memberikan kenyamanan tersendiri, terutama dalam pendampingan jemaah lansia dan jemaah dengan kebutuhan khusus.
Penguatan peran perempuan ini turut dirasakan langsung, Ketua Kloter 3, Leni Marlina. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional saat melayani jemaah, khususnya lansia.
“Sesuai motto haji ramah lansia, saya sebagai ketua kloter perempuan merasa terpanggil untuk melayani jemaah lansia, karena mereka sangat membutuhkan pendampingan,” ujar Leni.
Ia menyebut, komposisi jemaah perempuan yang lebih banyak dalam kloter 3 turut mempermudah proses pendekatan pelayanan.
“Jemaah perempuan di kloter kami lebih banyak. Kami merasa bangga dan senang bisa melayani mereka, apalagi lansia yang kami anggap seperti orang tua sendiri,” katanya.
Menurut Leni, pendekatan yang dibangun antara petugas dan jemaah berjalan dengan baik, bahkan tanpa kendala berarti.
“Pelayanan kepada jemaah perempuan tidak ada kendala, justru lebih terintegrasi karena ada kedekatan emosional. Mereka menganggap kami sebagai anak, dan kami menganggap mereka sebagai orang tua,” ujarnya.
Dengan keterlibatan aktif petugas perempuan di berbagai lini layanan, diharapkan penyelenggaraan ibadah haji di Embarkasi Padang semakin responsif terhadap kebutuhan jemaah.
Komitmen ini sekaligus memperkuat upaya menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh jemaah, khususnya perempuan dan lansia.(*)
Editor :Andry