Dorong Percepatan Pemulihan Air Bersih, Ketua dan Komisi II DPRD Padang Tinjau Intake Perumda AM
Ketua dan Komisi II DPRD Padang foto bersama usai mengunjungi Intake Perumda Air Minum (AM) Kota Padang yang rusak,
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG -- Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang pascabanjir bandang mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Kota Padang bersama Komisi II. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, pimpinan DPRD bersama Komisi II meninjau langsung Intake Perumda Air Minum (AM) Kota Padang untuk melihat kondisi kerusakan instalasi sekaligus merumuskan langkah percepatan pemulihan layanan.
Sebelumnya, DPRD Padang juga telah memanggil manajemen Perumda AM untuk mengikuti rapat kerja di ruang Komisi II guna membahas secara khusus persoalan krisis air bersih yang terjadi.

Dalam kunjungan ke Intake Palukahan Perumda AM, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, bersama Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, menegaskan bahwa gangguan pasokan air bersih harus ditangani secara cepat, terukur, dan menyeluruh karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
Muharlion menjelaskan, banjir besar yang terjadi beberapa hari lalu mengakibatkan 15 instalasi intake Perumda AM terdampak, terutama di wilayah utara Kota Padang yang kini berada dalam kondisi paling kritis.
“Dari tujuh intake di wilayah utara yang sebelumnya mampu memproduksi sekitar 800 liter per detik, saat ini hanya sekitar 210 liter per detik yang bisa beroperasi. Artinya terjadi defisit hampir 600 liter per detik, dan ini sudah masuk kategori darurat bagi warga,” ujar Muharlion.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, menyampaikan bahwa DPRD mendorong Perumda AM melakukan pemulihan secara bertahap, baik jangka pendek maupun jangka menengah, agar dampak krisis dapat segera diminimalkan.
“Kami meminta Perumda AM memaksimalkan intake yang masih memungkinkan untuk direkayasa. Salah satunya Intake Palukahan yang diharapkan dapat menambah suplai darurat sekitar 250 liter per detik. Ini sangat krusial untuk membantu masyarakat dalam waktu dekat,” jelas Rachmad.
Ia juga menyoroti kerusakan berat pada tiga unit pompa di Intake Latung, padahal instalasi tersebut merupakan salah satu penopang utama suplai air untuk wilayah utara Kota Padang.
“Pompa pengganti memang sudah dipesan, tetapi estimasi kedatangan dua bulan jelas terlalu lama bagi warga yang saat ini kesulitan air bersih,” ujarnya.

Menanggapi kondisi itu, DPRD Kota Padang mendorong langkah alternatif, di antaranya dengan meminjam atau menyewa pompa dari daerah lain yang memiliki peralatan cadangan.
“Kami minta Perumda AM segera berkoordinasi dengan daerah lain seperti Bekasi, Tangerang, Medan, atau Bogor. Jika ada pompa yang bisa dipinjam sementara, itu harus segera diupayakan demi kepentingan masyarakat,” tegas Muharlion.
Selain menambah pasokan darurat, DPRD Padang juga meminta Perumda AM menyusun peta wilayah yang belum terlayani optimal dan menerapkan sistem distribusi air secara bergilir. Dengan pola tersebut, warga diharapkan dapat menyiapkan penampungan air dan tetap memperoleh pasokan secara rutin minimal dua hari sekali.

Di akhir pertemuan, DPRD Padang menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pemulihan. DPRD juga akan menurunkan tim ke lapangan guna memantau perkembangan perbaikan instalasi serta memastikan setiap langkah berjalan sesuai rencana.
Krisis air bersih pascabanjir bandang ini menjadi salah satu persoalan paling mendesak bagi warga Kota Padang. DPRD Kota Padang memastikan akan terus hadir, mengawasi, dan mendorong percepatan pemulihan hingga layanan air bersih kembali normal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.(ADV)
Editor :Andry