Pemkot Sawahlunto Gandeng Lapas Narkotika Kembangkan Pertanian Produktif
Kepala Dinas DKP3 Kota Sawahlunto Heni Purwaningsih dan Kalapas Narkoba Kota Sawahlunto Ressy Setiawan foto bersama.
SIGAPNEWS.CO.ID | SAWAHLUNTO – Pemerintah Kota Sawahlunto menjalin kerja sama dengan Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto untuk mengembangkan pertanian produktif sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang pertanian. Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto, Selasa (14/7/2026).
Pertemuan dihadiri Kepala Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto Ressy Setiawan beserta jajaran, Kepala DKP3 Kota Sawahlunto Heni Purwaningsih, para kepala bidang, serta Kepala UPTD Balai Penyuluhan Pertanian dan Perikanan (BPPP).
Melalui program tersebut, lahan yang berada di lingkungan lapas akan dimanfaatkan untuk budidaya berbagai komoditas pertanian. Selain meningkatkan produksi pangan, kawasan lapas juga akan menjadi tempat pelatihan dan penerapan teknologi pertanian bagi warga binaan.
Kepala DKP3 Kota Sawahlunto, Heni Purwaningsih, mengatakan keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk menghasilkan pertanian yang produktif. Menurutnya, keberhasilan budidaya ditentukan oleh penerapan teknologi yang tepat serta pendampingan yang berkelanjutan.
DKP3 akan menurunkan tenaga penyuluh untuk memberikan pelatihan teknis, edukasi, dan transfer teknologi kepada petugas maupun warga binaan agar produktivitas lahan dapat terus ditingkatkan.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto, Ressy Setiawan, menyatakan program tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.
Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan pertanian akan memberikan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
Kerja sama antara DKP3 dan Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menciptakan program pembinaan yang lebih produktif melalui pemberdayaan warga binaan.(*)
Editor :Andry