Kemenag Sumbar Pastikan MAN 3 Padang Tetap Kondusif, Pembelajaran Berjalan Normal
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakemenag) Sumbar, Mustafa, memantau kondisi MAN 3 Padang.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG -- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) memastikan kondisi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang tetap kondusif dan kegiatan pembelajaran berjalan normal setelah adanya bunyi dentuman di madrasah.
Kepastian tersebut disampaikan setelah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakemenag) Sumbar, Mustafa, bersama Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Tangusli bersama tim meninjau langsung kondisi madrasah pada Selasa (14/7/2026).
Mustafa mengatakan, peninjauan dilakukan segera setelah menerima informasi mengenai peristiwa yang terjadi di lingkungan madrasah. Dari hasil pemantauan di lapangan, aktivitas warga madrasah berlangsung dengan baik dan situasi tetap terkendali.
“Kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi madrasah. Alhamdulillah, situasi tetap kondusif dan kegiatan di madrasah berjalan sebagaimana mestinya,” kata Mustafa.
Ia menjelaskan, kegiatan Mata Muda yang sedang berlangsung di MAN 3 Kota Padang tetap terlaksana. Dari hasil pemantauan di madrasah, tidak terlihat adanya kepanikan maupun gangguan yang berdampak terhadap keseluruhan proses belajar di madrasah.
Menurut Mustafa, saat ini proses penanganan peristiwa tersebut sepenuhnya telah diserahkan kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar, Kanwil Kemenag Sumbar, juga menghormati proses penyelidikan yang sedang dilakukan aparat dan terus berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Kota Padang, pihak madrasah, serta unsur terkait.
“Kami mempercayakan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat kepolisian. Sementara itu, Kemenag fokus memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dan warga madrasah memperoleh pendampingan yang diperlukan,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Kanwil Kemenag Sumbar belum menemukan indikasi adanya siswa yang mengalami trauma akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, madrasah tetap menyiapkan langkah-langkah pendampingan apabila terdapat siswa yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Pendampingan dilakukan secara bertahap melalui kepala madrasah, guru, wali kelas, dan guru Bimbingan Konseling (BK). Siswa juga akan diberikan penguatan agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta tetap menjalani aktivitas belajar seperti biasa.
Apabila dalam perkembangannya ditemukan siswa yang membutuhkan pendampingan psikososial, Kanwil Kemenag Sumbar akan berkoordinasi dengan tenaga profesional, termasuk psikolog dan pihak terkait, untuk memberikan layanan trauma healing sesuai kebutuhan.
Mustafa menegaskan, proses belajar mengajar di MAN 3 Kota Padang akan tetap berlangsung sebagaimana biasa. Sebagai bagian dari upaya membangun kembali rasa aman dan nyaman di lingkungan madrasah, kegiatan pada hari berikutnya akan diawali dengan senam bersama, outbound, serta pembinaan dari jajaran Polsek Koto Tangah.
Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar mengembalikan rutinitas belajar, tetapi juga membangun kembali rasa percaya diri siswa agar dapat beraktivitas secara normal di lingkungan madrasah.
“Kami ingin memastikan seluruh siswa merasa aman dan nyaman berada di madrasah. Yang paling penting saat ini adalah mengembalikan suasana belajar yang kondusif melalui pendampingan, pembinaan, dan komunikasi yang baik antara madrasah, orang tua, serta aparat terkait,” tutur Mustafa.
Kanwil Kemenag Sumbar juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menerima informasi. Masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Kakanwil bersama jajarannya juga memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan proses penyelidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama menjaga suasana yang kondusif. Mari kita dukung madrasah agar tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik untuk belajar dan berkembang,” ajak Mustafa.
Madrasah harus tetap menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan membentuk karakter peserta didik. Karena itu, kami akan terus mendampingi warga madrasah agar proses pendidikan berlangsung dengan baik.(*)
Editor :Andry