Donizar Hadiri Alek Anak Nagari Babimba di Tanjung Beringin, Dorong Pelestarian Adat
Pagelaran Festival Sepuluh Induak Alek Anak Nagari (Babimba) yang digelar di Nagari Tanjung Beringin, Kec. Lubuk Sikaping, Kab. Pasaman, Minggu (19/4/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID | PASAMAN -- Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Donizar, menghadiri Festival Sepuluh Induak Alek Anak Nagari (Babimba) yang digelar di Nagari Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Minggu (19/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat.
Festival yang memadukan unsur adat dan agama tersebut melibatkan ninik mamak, alim ulama, serta masyarakat setempat. Turut hadir perwakilan Pemerintah Kabupaten Pasaman, Camat Lubuk Sikaping, Wali Nagari, serta Kepala Bidang Kesenian dan Diplomasi Budaya Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Nurdayanti, S.Sos., M.M.
Dalam sambutannya, Donizar menilai Festival Sapuluah Induak merupakan kegiatan positif yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan di berbagai nagari. Ia bahkan mendorong agar kegiatan Babimba di Koto Tangah dapat diarahkan menjadi festival budaya berskala nasional.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat telah menempatkan ninik mamak pada posisi yang semestinya. Ini penting di tengah perkembangan zaman modern yang mulai menggerus nilai-nilai adat dan budaya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelestarian adat dan budaya harus menjadi perhatian bersama, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda agar tetap mengenal jati diri dan nilai-nilai keagamaan.
“Generasi muda perlu memahami tatanan berninik mamak, mengenal adat, serta semakin dekat dengan alim ulama sebagai benteng dari pengaruh negatif perkembangan zaman,” tambahnya.
Donizar juga mengungkapkan bahwa pihaknya turut menghadirkan tenaga ahli (TA) Anggota DPR RI untuk melihat langsung pelaksanaan Festival Babimba, sebagai langkah awal membuka peluang dukungan program bagi Kabupaten Pasaman.
Selain itu, ia menyebutkan pada tahun ini telah mengalokasikan pokok-pokok pikiran (pokir) sebesar Rp500 juta untuk mendukung penyelenggaraan Festival Sapuluah Induak.
“Semoga warisan budaya ini tetap terjaga dan terus dilestarikan,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas ke nagari-nagari lain di Kabupaten Pasaman.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesenian dan Diplomasi Budaya Dinas Kebudayaan Sumbar, Nurdayanti, mengapresiasi terselenggaranya festival tersebut. Ia menekankan bahwa kegiatan budaya tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi harus dimaknai sebagai upaya nyata dalam pelestarian tradisi.
“Festival ini diharapkan mampu menyemarakkan kegiatan kebudayaan dan keagamaan, sehingga adat dan syarak berjalan seiring dalam membentengi generasi muda,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa tradisi Dikie Pano merupakan salah satu warisan budaya Kabupaten Pasaman yang telah diakui di tingkat nasional, berkat kolaborasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikannya.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai bagian dari upaya menjaga kekayaan budaya daerah,” tutupnya.(*)
Editor :Andry