Polda Sumbar Ungkap 705 Kasus Narkoba Selama Enam Bulan, Sita Ganja Setengah Ton dan 41,66 Kg Sabu
Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Barat bersama jajaran Polres saat konferensi pers.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Barat bersama jajaran Polres mengungkap 705 kasus tindak pidana narkotika sepanjang periode Rabu (1/1/2026) hingga Selasa (30/6/2026).
Pengungkapan tersebut menjadi bukti masifnya pemberantasan peredaran narkoba di Sumatera Barat dengan 615 kasus telah diselesaikan, sedangkan 90 kasus lainnya masih dalam proses penyidikan.
"Selama Januari hingga Juni 2026 terdapat 705 kasus yang berhasil diungkap, dengan 615 kasus telah diselesaikan dan sisanya masih dalam proses penyelesaian," ujar Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin saat konferensi pers di Mapolda Sumbar, Selasa (30/6/2026).
Dari total pengungkapan tersebut, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar menangani 128 kasus dengan 107 perkara selesai diproses.
Sementara jajaran Satresnarkoba Polres di bawah Polda Sumbar menangani 577 kasus dengan 508 perkara berhasil diselesaikan.
Selain mengungkap ratusan kasus, polisi juga menyita barang bukti narkotika dalam jumlah besar yang diduga siap diedarkan kepada masyarakat.
Barang bukti yang diamankan terdiri dari 41,66 kilogram sabu, 586,03 kilogram ganja atau lebih dari setengah ton, serta 593 butir ekstasi.
"Capaian ini merupakan hasil kerja keras Direktorat Reserse Narkoba bersama seluruh satuan di jajaran Polres dan kami berkomitmen penuh memutus mata rantai peredaran narkoba," ungkapnya.
Polda Sumbar juga memperkuat langkah pencegahan melalui pembentukan Program Kampung Bebas Narkoba di berbagai daerah.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat agar mampu mencegah peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
"Upaya pencegahan terus kami lakukan melalui pembentukan Kampung Bebas Narkoba dengan dukungan seluruh elemen masyarakat serta edukasi bahaya narkoba di sekolah, sarana olahraga, dan berbagai fasilitas umum," katanya.
Konferensi pers akhir semester itu turut dihadiri Diresnarkoba Polda Sumbar Kombes Pol. Wedy Mahadi dan Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya.
Polda Sumbar berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dunia pendidikan, tokoh adat, dan tokoh agama semakin kuat untuk menyelamatkan generasi muda Sumatera Barat dari ancaman penyalahgunaan narkoba.(*)
Editor :Andry