BPS Sumbar Sebut : Sepanjang Tahun 2025 Nilai Ekspor Naik
Kepala BPS Sumbar Nurul Hasanudin menyampaikan BRS, Senin (2/2/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), mencatat dibulan Januari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,92 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,12.
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, mengatakan, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Pasaman Barat sebesar 4,29 persen dengan IHK sebesar 113,05 dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Dharmasraya sebesar 3,35 persen dengan IHK sebesar 111,60.
"Secara month to month (m-to-m), Provinsi Sumbar Januari 2026 mengalami deflasi sebesar 1,15 persen. Hingga Januari 2026, deflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,15 persen," katanya, dalam Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (2/2/2026).
Selain itu, BPS Sumbar juga mencatat terkait Nilai Tukar Petani (NTP) Sumbar pada Januari 2026 sebesar 126,80 atau turun 0,72 persen.
"Penurunan NTP dikarenakan penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,07 persen, lebih besar dibandingkan penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 1,35 persen," sebutnya.
Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Sumbar di Januari 2026 sebesar 132,61 atau turun 2,07 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
Tak hanya itu, BPS juga menyebutkan,
pada Desember 2025 kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumbar, melalui pintu masuk Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sebanyak 7.081 kunjungan, mengalami kenaikan sebesar 7,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumbar di Desember 2025 adalah sebesar 43,44 persen, mengalami penurunan sebesar 2,11 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya, untuk TPK hotel non bintang di Sumbar pada Desember 2025 adalah sebesar 14,75 persen, naik 0,33 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya.
"Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang pada Desember 2025 tercatat sebesar 1,24 malam, turun 0,02 malam dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Sumatera Barat pada Desember 2025 mencapai 1.674.130 perjalanan, naik 0,45 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya," tandasnya.
Sedangkan, jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat dari BIM pada Desember 2025 mengalami penurunan sebesar 1,66 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan jumlah penumpang yang datang di BIM mengalami peningkatan sebesar 2,65 persen.
Untuk jumlah barang yang dimuat melalui angkutan laut dalam negeri di Sumbar pada Desember 2025 mengalami peningkatan sebesar 33,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah barang yang dibongkar melalui angkutan laut dalam negeri di Sumbar pada Desember 2025 mengalami penurunan sebesar 13,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Jumlah penumpang kereta api pada Desember 2025 pada kelas ekonomi lokal mengalami peningkatan sebesar 7,86 persen dibanding bulan sebelumnya," tuturnya.
Disektor lain, nilai ekspor Sumbar pada Januari–Desember 2025 sebesar US$ 2.779,44 juta atau naik sebesar 27,64 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
Nilai ekspor Sumbar Desember 2025 sebesar US$321,29 juta atau naik sebesar 85,12 persen dibanding Desember 2024. Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor terbesar Januari–Desember 2025, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah golongan berbagai produk kimia (HS38) US$101,50 juta (naik 66,73 persen).
Sementara yang mengalami penurunan terbesar adalah golongan sari bahan samak & celup (HS 32) US$43,40 juta (turun 27,66 persen).
Namun nilai impor Januari–Desember 2025 mencapai US$612,33 juta atau naik 25,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai impor Provinsi Sumatera Barat Deseember 2025 mencapai US$82,16 juta, naik 167,02 persen dibandingkan Desember 2024.
Luas panen padi di Provinsi Sumbar pada 2025 mencapai 284.076 hektare, mengalami penurunan sebesar 11.203 hektare atau 3,79 persen dibandingkan luas panen padi di 2024 yang sebesar 295.279 hektare.
Produksi padi di Provinsi Sumbar pada 2025 yaitu sebanyak 1.382.697 ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 26.229 ton atau 1,93 persen dibandingkan produksi padi di 2024 yang sebanyak 1.356.468 ton GKG.
"Produksi beras di Sumbar pada 2025 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 800.613 ton, mengalami kenaikan sebanyak 15.187 ton atau 1,93 persen dibandingkan produksi beras di 2024 yang sebanyak 785.426 ton,"tutupnya.(*)
Editor :Andry