BNN Gerebek Rumah di Bukittinggi, Sita Puluhan Paket Sabu Bermerek Durian dan Tangkap Seorang Pria
Penggeledahan sebuah rumah di kawasan Belakang Balok Bukittinggi yang diduga menjadi lokasi penyimpanan narkotika.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG - Pengungkapan kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu terjadi di Kota Bukittinggi setelah petugas BNN menerima laporan masyarakat tentang aktivitas mencurigakan seorang pria bernama Deni pada Jumat.
Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif oleh tim BNN untuk memastikan kebenaran dugaan peredaran sabu di wilayah Aur Birugo Tigo Baleh.
Hasil penelusuran mengarah ke sebuah rumah di kawasan Belakang Balok yang diduga menjadi lokasi penyimpanan narkotika siap edar.
Pada Sabtu, petugas melakukan penggerebekan di rumah tersebut dan mengamankan satu orang pria yang mengaku bernama Deni tanpa perlawanan.
Penggeledahan dilakukan dengan disaksikan perangkat setempat untuk memastikan proses berjalan sesuai prosedur hukum.
Dari lantai dua rumah, petugas menemukan satu bungkus plastik besar berwarna hitam bermerek durian yang diduga berisi sabu di dalam lemari kamar.
Pemeriksaan berlanjut ke lantai tiga dan tim kembali menemukan satu tas jinjing berisi empat bungkus plastik besar bermerek durian yang diduga berisi sabu.
Petugas juga menemukan dua plastik warna biru yang masing-masing berisi 12 paket sedang sabu dalam kemasan plastik bening yang disembunyikan di bawah tumpukan kasur.
"Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat dan langsung kami tindak lanjuti dengan penyelidikan serta penggerebekan di lokasi," kata Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol Ricky Yanuarfi melalui keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
Selain narkotika, petugas turut menyita dua unit ponsel, dua plastik warna biru, dan satu tas jinjing coklat yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran.
Seluruh tersangka dan barang bukti langsung diamankan untuk proses hukum lanjutan serta pengembangan jaringan peredaran narkotika di Bukittinggi.
BNN menegaskan pengungkapan kasus sabu Bukittinggi ini menjadi peringatan keras bagi pelaku peredaran narkoba karena pengawasan berbasis laporan warga terus diperkuat. (*)
Editor :Andry