Pasca Nataru Harga Kebutuhan Pokok Alami Perubahan
Salah satu penjual telur ayam di pasar.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG -- Pasca natal dan tahun baru (natura), sejumlah bahan pokok di pasar tradisional, mengalami perubahan harga, seperti yang terjadi pada telur ayam yang mengalami penurunan.
Salah seorang pedang telur di pasar Tarandam, Kota Padang, yaitu Doni, mengatakan, penurunan harga terjadi hampir disemua ukuran telur ayam ras.
Dikatakannya, perbedaan harga cukup terasa jika dibandingkan dengan kondisi pada bulan sebelumnya.
"Harga telur ayam ras sudah mulai turun sejak awal bulan ini. Penurunannya lumayan terasa kalau dibandingkan dengan bulan lalu,” katanya, Rabu (28/1/2026).
Saat ini, telur ayam ras ukuran kecil dijual seharga Rp48.000 per papan atau isi 30 butir, turun dari harga sebelumnya Rp54.000 per papan. Sementara telur ukuran sedang yang sebelumnya dijual Rp56.000 kini turun menjadi Rp50.000 per papan.
“Telur ras ukuran sedang sekarang kami jual Rp50 ribu per papan, sebelumnya masih Rp56 ribu. Jadi turun sekitar Rp6.000,” jelasnya.
Untuk telur ayam ras ukuran super, harga juga mengalami penurunan dari Rp60.000 menjadi Rp55.000 per papan.
Berbeda dengan telur ayam ras, harga telur itik masih terpantau stabil di angka Rp78.000 per papan atau sekitar Rp3.000 per butir. Ia memperkirakan harga telur itik baru akan mengalami penurunan saat memasuki bulan puasa, seiring menurunnya permintaan harian.
“Kalau telur itik cenderung stabil. Biasanya justru turun di bulan puasa karena permintaan tidak terlalu tinggi dan pasokan biasanya melimpah. Telur itik ini bukan kebutuhan harian, lebih ke keperluan tertentu,” tuturnya.
Sementara itu, harga telur puyuh terpantau relatif stabil. Namun, tingkat permintaan sangat bergantung pada aktivitas sekolah.
“Permintaan telur puyuh biasanya meningkat saat sekolah aktif, karena banyak dipakai untuk jajanan seperti telur gulung. Kalau sudah bulan puasa, biasanya permintaan ikut turun,” tambah Aril.
Penurunan harga telur ayam ras ini diduga dipengaruhi oleh pasokan yang lancar serta daya beli masyarakat yang mulai stabil. Warga berharap kondisi harga yang relatif terjangkau ini dapat terus bertahan hingga Ramadhan dan pemerintah tetap mengawasi distribusi agar tidak terjadi permainan harga di tingkat pasar.
Meski demikian, berbanding terbalik dengan harga sayur mayur,yang naik dalam sepekan.
Salah seorang pedagang sayur yakninya Emi, di pasar Simpang Haru, Kota Padang, mengaku, kenaikan harga sayur, karena kurangnya pasokan.
"Namun demikian, tetap dibeli juga mau bagaimana lagi,",katanya.
Untuk sayur kangkung dan kacang panjang saat ini dijual Rp4000 per ikat pada hal sebelumnya, Rp3000 per ikat.
Ia berharap menjelang bulan suci Ramadan, kebutuhan pokok dapat stabil dan tidak lagi kelonjakan harga di pasar.(*)
Editor :Andry