Perkuat Mentoring UMKM Nagari Creative Hub, Pemprov Sumbar Gandeng CEO Kasisolusi Deryansha Azhary
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG — Guna percepatan dan optimalisasi pelaksanaan Program Nagari Creative Hub (NCH), Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menggandeng Deryansha Azhary, pengusaha, kreator konten, sekaligus pendiri platform media bisnis dan komunitas Kasisolusi, untuk menjadi mentor bagi para pendamping dalam melakukan pembinaan terhadap UMKM lokal yang tergabung dalam program NCH.
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy mengatakan dukungan Deryansha akan diberikan dalam bentuk mentoring, terutama terkait penguatan branding dan strategi bisnis. Dengan demikian, para pendamping diharapkan memiliki kapasitas yang lebih baik dalam membantu UMKM mengembangkan produk, membangun identitas usaha, serta memperluas jangkauan pasar.
"Kita ingin program NCH ini berjalan lebih optimal, untuk itu kita perlu mentoring dari pakar seperti Deryansha Azhary, terutama untuk urusan branding dan strategi bisnis," ujar Wagub Vasko di Padang, Jum'at malam (6/11/2026).
Menurut Vasko, setelah dirinya berkeliling ke berbagai nagari di Sumbar, ia melihat banyak potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi masih membutuhkan pengelolaan, pengemasan, dan strategi pemasaran yang lebih baik. Potensi tersebut tidak hanya berupa produk fisik, seperti kuliner dan pakaian khas nagari, tetapi juga kekayaan budaya yang tidak berwujud, seperti silek, randai, musik tradisional, serta berbagai tradisi lokal yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.
Vasko menilai, potensi tersebut perlu dikembangkan melalui penguatan identitas, kreativitas, kualitas produk, dan strategi pemasaran agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Karena itu, pendampingan menjadi salah satu aspek penting agar pelaku UMKM tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memahami cara membangun dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
“Yang kita bangun bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga sistem, sumber daya manusia, dan pendampingan. Kita ingin nagari memiliki kemampuan untuk berkembang secara mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Sebagai langkah awal hingga tahun 2026 ini, Pemprov Sumbar telah menyiapkan 13 nagari percontohan untuk menerapkan konsep Nagari Creative Hub. Program ini dirancang sebagai wadah kolaborasi masyarakat dalam mengembangkan kreativitas, melestarikan budaya, bertukar gagasan, sekaligus memasarkan produk unggulan nagari secara lebih terorganisasi.
Selain penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital juga menjadi perhatian. Platform pemasaran daring dan media sosial, termasuk strategi penjualan melalui siaran langsung atau live streaming, diharapkan dapat membantu UMKM memperluas jangkauan pemasaran tanpa terbatas jarak dan wilayah.
Melalui penguatan pendampingan, kolaborasi dengan praktisi bisnis, serta optimalisasi potensi lokal, Pemprov Sumbar berharap Nagari Creative Hub dapat berkembang menjadi ekosistem ekonomi kreatif yang produktif. Pada akhirnya, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing produk lokal, tetapi juga membuka peluang usaha dan memperluas kesejahteraan masyarakat nagari.
"Harapan kita, ini tidak hanya tentang peningkatan daya saing produk lokal tapi ini menjadi ekosistem ekonomi kreatif yang produktif berbasis nagari,"pungkas Vasko.(Adpsb)
Editor :Andry








