Ulama Arab Saudi Beri Tausiyah Ramadan di Lapas Padang, Targetkan Napi Keluar Jadi Santri
Antusias penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang saat mendengar tausiyah Ramadan dari ulama asal Arab Saudi Syekh Abdurrahman.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG - Suasana khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang pada Kamis saat warga binaan mendapat tausiyah Ramadan dari ulama asal Arab Saudi Syekh Abdurrahman dalam rangka safari dakwah di Indonesia.
Kunjungan ulama dari Arab Saudi tersebut menjadi perhatian karena memberikan pembinaan spiritual langsung bagi narapidana sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan di Lapas Padang.
Syekh Abdurrahman yang merupakan pensiunan dosen dari Arab Saudi menyampaikan pesan keagamaan kepada warga binaan dengan pendampingan penerjemah dari Yayasan Dar el-Iman.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Barat Kunrat Kasmiri mengatakan kehadiran ulama internasional tersebut menjadi motivasi moral bagi warga binaan untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.
"Tausiyah yang disampaikan berdasarkan pengalaman beliau di Arab Saudi sangat menyentuh dan menjadi jembatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri," ujarnya.
Kunrat Kasmiri menjelaskan pembinaan keagamaan akan terus diperkuat dengan target pembentukan sistem pesantren di seluruh Lapas dan Rutan di Sumatera Barat.
"Harapan saya sederhana yakni masuk napi keluar santri sehingga warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik," katanya.
Kepala Lapas Kelas IIA Padang Junaidi Rison menyebutkan pembinaan keagamaan di Lapas Padang dilakukan setiap hari dan tidak hanya berlangsung saat Ramadan.
"Kami tidak butuh lagi pesantren kilat karena di sini pesantren sudah berjalan setiap hari," ungkapnya.
Program pembinaan di Lapas Padang meliputi kegiatan tahsin dan tahfidz Al-Qur’an, literasi Islam melalui pembelajaran huruf Arab, serta kaderisasi dai dari kalangan warga binaan.
Kegiatan tausiyah Ramadan dari ulama Arab Saudi di Lapas Padang diharapkan memperkuat pembinaan mental warga binaan agar siap kembali ke masyarakat setelah bebas.(*)
Editor :Andry