Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran, Dorong Penataan Terintegrasi dan Penguatan UMKM
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Jembatan Kabanaran di Kab. Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu, (19/1/2025).
BANTUL — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Jembatan Kabanaran di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan pentingnya peningkatan konektivitas sebagai pendorong aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pengembangan UMKM di wilayah tersebut.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa hadirnya jembatan ini akan memangkas jarak tempuh masyarakat, yang sebelumnya harus memutar jauh untuk melintasi wilayah tersebut. Selain mempermudah mobilitas warga, jembatan ini juga membuka akses menuju kawasan bersejarah dan budaya yang menjadi daya tarik utama wisata Bantul.
“Tadi kita sudah mendengar arti historis dari tempat ini, tempat perjuangan Pangeran Mangkubumi melawan Belanda. Ini kawasan yang indah, penting bagi budaya Jawa, penuh spiritualitas. Kita harapkan konektivitasnya semakin mudah,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah menuntaskan pembangunan jembatan tersebut. Ia meminta agar infrastruktur yang sudah dibangun dirawat dengan baik, sembari mengingatkan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum untuk terus menjaga kualitas dan ketepatan pelaksanaan proyek infrastruktur di seluruh Indonesia.
“Terima kasih atas jerih payah semua pihak. Saya titip perawatannya. Dan untuk jajaran PU, laksanakan proyek-proyek ke depan dengan sebaik-baiknya,” tegas Presiden.
Selain infrastruktur dasar, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya penataan kawasan secara terintegrasi. Ia menyampaikan bahwa pemerintah bersama Sri Sultan Hamengkubuwono X akan mengembangkan fasilitas pendukung wisata termasuk area UMKM dan akomodasi agar tertata rapi, bersih, dan menarik bagi wisatawan.
“UMKM akan kita bina dan kita atur, supaya kawasan ini memiliki fasilitas yang baik. UMKM-lah yang nantinya mendorong kegiatan pariwisata,” ujar Presiden setelah acara peresmian.
Presiden juga menekankan bahwa pembangunan hotel serta fasilitas wisata lainnya harus tetap selaras dengan budaya dan lingkungan lokal. “Nanti hotel-hotelnya akan disesuaikan dengan arsitektur kita sendiri, yang cocok dengan budaya dan lingkungan kita,” tutup Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, pariwisata Indonesia tahun ini meningkat hingga 20 persen sebuah sinyal positif yang diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi daerah melalui infrastruktur, pariwisata, dan UMKM.(*)
Editor :Andry