Tanggapi DPRD, Gubernur Sumbar Bertekad Genjot Pendapatan Daerah
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi.
"Namun belum semua BUMD dapat memberikan deviden secara optimal seperti yang menjadi target pemerintah daerah," ujarnya.
Selanjutnya dari sisi belanja daerah, Mahyeldi mengungkapkan bahwa tahun 2022 terdapat Sisa Lebih Penggunaan Anggaran sebesar Rp289 miliar lebih. Salah satunya bersumber dari sisa belanja pegawai sebesar Rp108,651 miliar lebih. Sisa lebih belanja pegawai tersebut disumbangkan oleh tambahan penghasilan pegawai berdasarkan pertimbangan objektig lainnya dengan nilai sekitar Rp50,292 miliar dan hal tersebut terdapat pada tunjangan profesi guru (TPG) sekitar Rp46,167 miliar.
"Ini terjadi disebabkan antara lain adalah pada saat pengusulan penerima TPG dilaksanakan pada tahun sebelumnya dan belum memperhitungkan jumlah guru yang akan pensiun pada tahun 2022," sebutnya.
SILPA lainnya, menurut Mahyeldi berasal dari beberapa item pembiayaan, seperti pekerjaan yang putus kontrak atau tidak terlaksana, efisiensi belanja pada SKPD dan sebagainya.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Irsyad Syafar membuka rapat paripurna tersebut menyampaikan, fraksi-fraksi di DPRD pada rapat paripurna sebelumnya telah memberikan tanggapan, masukan, saran dan meminta penjelasan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2022 tersebut.
"Fraksi-fraksi banyak memberikan tanggapan terkait realisasi pendapatan dan belanja daerah. Seperti capaian realisasi pendapatan yang belum maksimal karena masih banyak potensi yang belum tergarap maupun di sisi belanja daerah terkait capaian target kinerja program pembangunan, juga soal SILPA pada belanja pegawai yang jauh di atas acres gaji," kata Irsyad.
Selain itu, lanjutnya, fraksi-fraksi juga mempertanyakan masih banyak OPD dengan realisasi belanja di bawah 90 persen. Juga terkait sinergitas antar kegiatan dan antar OPD. Fraksi-fraksi juga mempertanyakan terkait pelaksanaan Pekan Nasional Tani dan Nelayan (PENAS TANI) ke-16 dengan alokasi anggaran cukup besar.
"Fraksi-fraksi juga menyoroti rendahnya tindak lanjut dari rekomendasi-rekomendasi yang termuat dalam LHP BPK maupun LHP inspektorat. Kemudian SILPA sebesar Rp298,3 miliar lebih menurut fraksi-fraksi masih cukup besar," ujarnya.
Secara umum, lanjut Irsyad, penjelasan yang disampaikan gubernur tersebut telah menjawab dan menjelaskan dari pertanyaan, pendangan dan pendapat fraksi-fraksi DPRD. Namun, terhadap pertanyaan, tanggapan dan pandangan fraksi-fraksi yang belum tuntas, akan didalami lebih lanjut dalam proses pembahasan.(*)
Read more info "Tanggapi DPRD, Gubernur Sumbar Bertekad Genjot Pendapatan Daerah" on the next page :
Editor :Riki Abdillah