Dialog Bupati Pasaman dan Mendagri Buka Peluang Program Nasional 300 Ribu Jembatan Gantung
Bupati Welly Suhery mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumbar yang dihadiri kepala daerah se-Sumbar, yang digelar di Auditorium Gubernuran,.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG — Pertemuan antara Bupati Pasaman, Welly Suhery, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Barat membuka informasi penting terkait program nasional pembangunan 300 ribu jembatan gantung di Indonesia.
Forum yang digelar di Auditorium Gubernuran Padang itu dihadiri kepala daerah se-Sumatera Barat, jajaran pemerintah pusat, BNPB, Forkopimda, serta unsur pemerintah provinsi. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Welly menyampaikan langsung kondisi infrastruktur Pasaman yang masih membutuhkan perhatian pascabencana.
Mendagri Tito Karnavian menanyakan secara khusus perkembangan pemulihan di Pasaman, mulai dari layanan air bersih, distribusi BBM, kondisi jalan, hingga jembatan.
Menjawab pertanyaan itu, Bupati Welly menjelaskan bahwa layanan air bersih melalui PDAM sudah kembali berjalan dan kini memasuki tahap penyempurnaan. Namun, sejumlah persoalan infrastruktur masih menghambat aktivitas masyarakat.
Ia menyebut beberapa ruas jalan kabupaten masih terdampak longsor sehingga mengganggu mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian. Selain itu, sejumlah jembatan gantung juga mengalami kerusakan berat dan tidak lagi bisa digunakan.
Menurut Welly, jembatan gantung memiliki fungsi vital bagi masyarakat pedesaan karena menjadi akses utama menuju sekolah, pusat ekonomi, dan layanan kesehatan.
Pemaparan tersebut langsung direspons Mendagri Tito Karnavian. Ia mengungkapkan bahwa Presiden telah menyiapkan program nasional pembangunan sekitar 300 ribu jembatan gantung di seluruh Indonesia.
Program itu ditujukan untuk menghubungkan wilayah yang terpisah sungai, jurang, atau medan sulit lainnya, serta dirancang agar dapat dilalui kendaraan roda dua guna mendukung aktivitas ekonomi warga.
Tito juga menyebut pemerintah pusat telah mendata ribuan jembatan gantung rusak di berbagai daerah. Data itu akan menjadi dasar penentuan prioritas pembangunan ke depan.
Ia meminta seluruh kepala daerah segera mengusulkan kebutuhan jembatan gantung melalui gubernur untuk diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri.
Bagi Pasaman, pertemuan ini menjadi peluang strategis untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana sekaligus memperkuat konektivitas daerah terpencil. Jika usulan segera diproses, program nasional tersebut berpotensi membawa manfaat besar bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada akses jembatan gantung.(*)
Editor :Andry