Ambulans Gratis Mogok Layanan karena BBM Habis, Bupati Welly Soroti Kesiapan Sistem
Bupati Pasaman, Welly Suhery.
SIGAPNREW.CO.ID | PASAMAN — Insiden ambulans gratis milik Pemerintah Kabupaten Pasaman yang diduga kehabisan bahan bakar saat hendak melayani warga memicu perhatian serius dari Bupati Pasaman, Welly. Peristiwa itu dinilai bukan sekadar masalah teknis, tetapi cerminan lemahnya kesiapan operasional layanan publik.
Program ambulans gratis selama ini menjadi salah satu andalan pemerintah daerah dalam meningkatkan akses kesehatan masyarakat, terutama untuk kondisi darurat dan rujukan medis. Karena itu, gangguan layanan akibat BBM habis dianggap berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.
Dalam rapat bersama para camat, kepala OPD, dan unsur Forkopimda, Bupati Welly menegaskan bahwa kendaraan layanan darurat harus selalu siap digunakan kapan pun dibutuhkan.
“Tidak boleh ada ambulans yang gagal beroperasi hanya karena persoalan BBM. Ini menyangkut kebutuhan mendesak masyarakat,” tegasnya.
Menurut laporan yang diterima, warga yang membutuhkan bantuan darurat sempat menunggu karena ambulans harus mengisi bahan bakar terlebih dahulu sebelum diberangkatkan. Situasi ini dinilai berisiko, sebab keterlambatan penanganan dapat berdampak besar terhadap keselamatan pasien.
Bupati meminta Dinas Kesehatan segera melakukan evaluasi total, mulai dari pengawasan armada, manajemen logistik, hingga kesiapan petugas di lapangan. Ia menekankan bahwa program yang dirancang untuk membantu masyarakat tidak boleh terganggu oleh kelalaian administratif.
Sementara itu, Plh Kepala Dinas Kesehatan Pasaman, Arma Putra, menyebut secara umum program ambulans gratis sejauh ini berjalan lancar dan menjadi perhatian positif masyarakat. Namun, pihaknya tetap akan menelusuri laporan tersebut sebagai bahan evaluasi internal.
Kasus ini menunjukkan bahwa keberhasilan program publik tidak hanya ditentukan oleh peluncuran dan popularitasnya, tetapi juga oleh konsistensi kesiapan operasional sehari-hari. Bagi masyarakat, yang terpenting bukan sekadar adanya ambulans gratis, melainkan ambulans yang benar-benar siap bergerak saat dibutuhkan.(*)
Editor :Andry