Jumat Pertama di Bulan Mei, Jemaah Kloter 1 Embarkasi Padang Padati Masjidil Haram
Jemaah haji dari berbagai negara berbondong-bondong menuju Masjidil Haram untuk menunaikan ibadah salat Jumat berjemaah di depan Ka’bah.
SIGAPNEWS.CO.ID | MAKKAH -- Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Kota Makkah pada Jumat pertama di bulan Mei 2026. Ribuan jemaah haji dari berbagai negara tampak berbondong-bondong menuju Masjidil Haram untuk menunaikan ibadah salat Jumat berjemaah di depan Ka’bah, kiblat umat Islam sedunia.
Di antara lautan manusia tersebut, tampak pula jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Padang yang sejak pagi telah mempersiapkan diri menuju Baitullah. Para ketua rombongan (Karom) dan ketua regu (Karu) terlihat sigap mengatur serta memastikan seluruh jemaah dapat berangkat dengan aman, tertib, dan nyaman.
Meski jarak hotel menuju Masjidil Haram terbilang cukup jauh, semangat para jemaah tidak sedikit pun surut. Dengan menggunakan bus sholawat yang telah disediakan, para jemaah tampak antusias dan penuh kebahagiaan untuk dapat merasakan salat Jumat secara langsung di Masjidil Haram.
Sepanjang perjalanan, suasana penuh kekeluargaan begitu terasa di antara para jemaah. Sebagian melantunkan talbiyah dan zikir dengan suara lirih, sementara yang lain menikmati perjalanan menuju masjid suci yang selama ini hanya mereka lihat melalui televisi dan media.
Salah seorang jemaah asal Kota Padang, Eko Riyanto, yang tinggal di kawasan Anduring dan mengikuti manasik di KBIHU Arafah, mengaku sangat terharu dapat melaksanakan salat Jumat di Masjidil Haram.
Selain sebagai jemaah haji, Eko Riyanto juga dipercaya sebagai Rombongan 8 Karu 32 Kloter 1 Embarkasi Padang. Di tengah kesibukannya membantu dan mengarahkan anggota regu, ia tetap merasakan kebahagiaan luar biasa saat bisa hadir di Masjidil Haram untuk melaksanakan salat Jumat berjemaah.
Dengan mengenakan pakaian ihram lengkap berwarna putih, Eko melangkah penuh semangat menuju Masjidil Haram untuk menunaikan salat Jumat di depan Ka’bah. Baginya, momen tersebut merupakan cita-cita dan angan-angan yang selama ini tersimpan dalam hati.
“Alhamdulillah, ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Selama ini saya hanya bisa melihat Ka’bah dari televisi. Sekarang Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk berdiri langsung di hadapannya dan melaksanakan salat Jumat di sini,” ungkap Eko dengan mata berkaca-kaca.
Tepat pukul 11.45 waktu Makkah, azan pertama berkumandang dari Masjidil Haram, menggema ke seluruh penjuru masjid dan menyentuh hati setiap jemaah yang hadir. Suasana pun seketika menjadi semakin syahdu. Para jemaah tampak khusyuk mempersiapkan diri, memperbanyak doa, zikir, dan salawat sambil menanti dimulainya khutbah Jumat.
Kemudian tepat pukul 12.15 waktu Makkah, khatib naik ke atas mimbar dan azan kedua kembali dikumandangkan. Ribuan jemaah yang memadati area Masjidil Haram pun larut dalam suasana hening dan penuh kekhusyukan mendengarkan khutbah Jumat yang disampaikan dalam bahasa Arab.
Dalam khutbahnya, khatib menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keikhlasan, persaudaraan, dan ketakwaan selama menjalankan ibadah haji. Khatib juga memanjatkan doa bagi seluruh jemaah haji dari berbagai negara agar diberikan kesehatan, kekuatan, serta menjadi haji yang mabrur dan mabruroh.
Tidak hanya itu, doa-doa juga dipanjatkan untuk keselamatan umat Islam di seluruh dunia agar senantiasa diberikan kedamaian, keberkahan, serta dijauhkan dari segala musibah dan perpecahan. Suara doa yang menggema di pelataran Masjidil Haram membuat banyak jemaah tampak menundukkan kepala dengan mata berkaca-kaca.
Bagi Eko Riyanto dan ribuan jemaah lainnya, mendengar azan dan khutbah Jumat secara langsung dari Masjidil Haram menjadi pengalaman spiritual yang sangat mendalam. Perjalanan panjang, rasa lelah, dan segala tantangan selama berada di Tanah Suci terasa terbayarkan ketika dapat bersujud di depan Ka’bah bersama jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia.
Ketua Kloter 1 Embarkasi Padang, Dian Khairaty, terus mengingatkan para jemaah agar menjaga kesehatan, kekompakan, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran seluruh rangkaian ibadah haji.
Jumat pertama di Kota Makkah ini menjadi pengalaman spiritual yang tidak akan terlupakan bagi para jemaah. Dengan penuh harap dan linangan air mata, mereka memanjatkan doa agar diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah, serta dapat kembali ke Tanah Air dengan membawa predikat haji yang mabrur.(*)
Editor :Andry