Patahkan Stigma, Siswa SMAN 8 Padang Tembus Kampus Top Dunia Monash University
Muhammad Fathan Mubiyna dan Kepala SMAN 8 Padang, Berry Devanda.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG — Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Sumatera Barat. Muhammad Fathan Mubiyna, siswa kelas XII F 2 SMAN 8 Padang, berhasil menembus salah satu universitas ternama dunia, Monash University, melalui jalur prestasi.
Capaian ini menjadi istimewa karena Fathan berasal dari sekolah yang selama ini tidak masuk dalam kategori unggulan di Sumbar. Namun, prestasi yang diraihnya membuktikan bahwa kualitas dan daya saing siswa tidak ditentukan oleh label sekolah, melainkan oleh kerja keras, ketekunan, serta dukungan lingkungan belajar yang baik.
Putra dari pasangan Yohanes Wempi dan Fredia Heppy ini berhasil lolos dengan skor IELTS 7.5. Nilai tersebut menempatkannya pada level very good user, yang menunjukkan kemampuan bahasa Inggris yang sangat baik, baik dalam memahami maupun menggunakan bahasa dalam konteks akademik yang kompleks.
Dengan capaian tersebut, Fathan dinilai telah memenuhi standar tinggi yang dipersyaratkan untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan internasional. Ia tidak hanya mampu berkomunikasi secara lancar, tetapi juga siap mengikuti perkuliahan dengan materi akademik berbahasa Inggris.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama dari lingkungan sekolah. Kepala SMAN 8 Padang, Berry Devanda, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas pencapaian tersebut.
“Sebagai kepala sekolah, saya merasa sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh Muhammad Fathan Mubiyna. Ini adalah bukti bahwa siswa kami mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/3/2026).
Menurut Berry, keberhasilan Fathan merupakan hasil dari upaya bersama dalam membangun kultur akademik yang positif di sekolah. Dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya terus mendorong siswa untuk berani bermimpi besar, termasuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Meski baru memimpin sekitar dua tahun, Berry mengaku terus melakukan pembenahan secara bertahap, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan bimbingan akademik, hingga membuka wawasan siswa terhadap peluang pendidikan global.
“Kami ingin menanamkan kepercayaan diri kepada siswa bahwa mereka memiliki peluang yang sama dengan siswa dari sekolah unggulan. Yang penting adalah kemauan, kerja keras, dan konsistensi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar kebanggaan sesaat, tetapi menjadi titik awal untuk menciptakan standar baru di lingkungan sekolah.
“Keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari standar baru bagi kami. Kami ingin lebih banyak lagi siswa SMAN 8 Padang yang mampu menembus perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri,” tambahnya.
Dari catatan sejarah sekolah, Fathan tercatat sebagai siswa pertama SMAN 8 Padang yang berhasil diterima di Monash University melalui jalur prestasi. Pencapaian ini tentu menjadi tonggak penting sekaligus kebanggaan bagi seluruh keluarga besar sekolah.
Lebih dari itu, keberhasilan ini juga menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Sumatera Barat, khususnya yang selama ini tidak menyandang status “unggulan”. Fathan membuktikan bahwa setiap siswa memiliki peluang yang sama untuk meraih prestasi tinggi, selama mendapatkan pendampingan yang tepat dan memiliki tekad kuat.
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, kisah Fathan menjadi contoh nyata bahwa generasi muda daerah mampu bersaing di kancah internasional. Tidak hanya membawa nama baik sekolah, tetapi juga mengharumkan nama daerah di tingkat global.
Menutup pernyataannya, Berry menyampaikan harapan agar keberhasilan ini dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus berprestasi
“Selamat untuk Fathan. Semoga capaian ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh siswa, khususnya di SMAN 8 Padang, dan umumnya di Sumatera Barat untuk terus berani bermimpi dan berjuang meraihnya,” tutupnya.(*)
Editor :Andry