Dari Dakwah ke Dunia Usaha, Perjalanan Ustadz Jhoni Al Annas Bangun Ikhtiar & Kemandirian Ekonomi
Wakil Wali Kota Padang, Buya H. Maigus Nasir berbincang dengan Ustadz Jhoni Al Annas.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG – Tidak semua perjalanan menuju kesuksesan ditempuh di jalan yang mulus. Bagi Ustadz Jhoni Al Annas, kegagalan justru menjadi titik awal untuk bangkit. Dari seorang perantau yang sempat jatuh dalam dunia usaha, kini ia dikenal sebagai dai muda sekaligus pengusaha yang berhasil membangun bisnis fesyen di Kota Padang.
Sabtu (4/7/2026) menjadi momentum penting dalam perjalanan tersebut. Di kawasan Pasar Baru, depan Koramil Pauh, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Ustadz Jhoni Al Annas resmi membuka Zifa Store, toko pakaian pria yang mengusung slogan Minangkabau, "Sanang Mamakai, Manang Mambali."
Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Buya H. Maigus Nasir, M.Pd., disaksikan ratusan tamu undangan yang terdiri dari tokoh agama, akademisi, pejabat pemerintah, hingga masyarakat.
Di balik berdirinya bangunan megah Zifa Store, tersimpan kisah panjang tentang perjuangan, doa, dan keyakinan. Dalam sambutannya, Ustadz Jhoni Al Annas mengenang masa-masa ketika usahanya di Jakarta mengalami kegagalan.
Ia kemudian merantau ke Bengkulu sebelum akhirnya memutuskan pulang ke kampung halaman untuk memulai semuanya dari nol.
Tahun 2017 menjadi titik balik kehidupannya.
Aktivitas berdakwah dari masjid ke masjid, mengisi majelis taklim, hingga mengajar di SMA Muhammadiyah perlahan membuka jalan rezeki. Honor dari berdakwah dipadukan dengan pinjaman dari para sahabat menjadi modal awal untuk merintis Hafis Distro.
"Modal awal saya sekitar Rp40 juta. Sebagian berasal dari hasil berdakwah, sebagian lagi pinjaman dari Ustadz Agusriadi dan sahabat-sahabat. Dengan modal itulah saya bersama istri memberanikan diri membuka toko kecil," tuturnya.
Keberanian itu membuahkan hasil. Hafis Distro berkembang pesat hingga mampu mencatat omzet sekitar Rp1 miliar. Kesuksesan tersebut kemudian mengantarkannya membangun Zifa Store dengan nilai investasi sekitar Rp500 juta.
Namun, bagi Ustadz Jhoni, keberhasilan bukan semata-mata soal keuntungan. Ia meyakini setiap pencapaian lahir dari doa kedua orang tua, dukungan istri, keluarga, para sahabat, serta kepercayaan jamaah yang selama ini membersamainya dalam berdakwah.
"Saya hanya berusaha. Selebihnya Allah yang membuka jalan melalui doa orang tua, keluarga, dan semua yang terus mendukung kami," ujarnya.
Wakil Rektor I Universitas Islam Sumatera Barat (UISB), Prof. Dr. Sudarman, M.A., menilai langkah yang ditempuh Ustadz Jhoni Al Annas merupakan contoh nyata bahwa dakwah tidak harus dipisahkan dari aktivitas ekonomi.
Menurutnya, sejarah Islam telah menunjukkan banyak ulama yang membangun kemandirian ekonomi melalui perdagangan tanpa meninggalkan tugas menyebarkan syiar agama.
"Dakwah dan ekonomi bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya justru saling menguatkan ketika dijalankan dengan kejujuran dan nilai-nilai Islam," katanya.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Buya H. Maigus Nasir. Ia mengaku bangga melihat perjuangan keponakannya yang mampu membangun usaha dari bawah tanpa meninggalkan aktivitas dakwah.
Maigus berharap Zifa Store tidak hanya berkembang sebagai pusat bisnis, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kejujuran adalah modal utama dalam berusaha. Jika dijaga, insyaallah usaha akan tumbuh dan membawa keberkahan," pesannya sebelum meresmikan Zifa Store dengan pemotongan pita.
Peresmian tersebut juga diwarnai aksi sosial melalui penyerahan santunan kepada 30 anak dari Panti Asuhan Putra Aisyiyah Nanggalo. Momen itu menjadi simbol bahwa pertumbuhan usaha juga harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap sesama.
Kisah Ustadz Jhoni Al Annas menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan. Dengan kerja keras, kesabaran, doa, serta keberanian untuk memulai kembali, mimbar dakwah mampu mengantarkan seseorang membangun kemandirian ekonomi sekaligus memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Versi feature ini lebih kuat dari sisi human interest sehingga pembaca tidak hanya mengetahui peresmian Zifa Store, tetapi juga ikut merasakan perjalanan dan perjuangan Ustadz Jhoni Al Annas hingga berhasil membangun usaha.(*)
Editor :Andry