DPW LDII Sumbar Gelar Konsolidasi Organisasi Korda 3, Perkuat Struktur hingga Kecamatan
Ketua DPW LDII Sumbar H. Muchfiandi saat memberi arahan dalam kegiatan Konsolidasi Organisasi Korda 3 di Aula Masjid Baitul Haq Kota Padang Panjang, Minggu (13/9/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG PANJANG — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Sumatera Barat menggelar Konsolidasi Organisasi Korda 3 di Aula Masjid Baitul Haq, Jl. Dr. A. Rivai, Guguak Malintang, Kota Padang Panjang, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis DPW LDII Sumbar dalam memperkuat konsolidasi, soliditas, dan efektivitas organisasi, sekaligus memastikan pembinaan serta pelaksanaan program berjalan secara berjenjang hingga tingkat kecamatan.
Konsolidasi Korda 3 meliputi tujuh daerah, yakni Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kegiatan tersebut dihadiri Dewan Pembina DPW LDII Sumbar Dr. Muhammad Agita Candra, Ketua DPW LDII Sumbar H. Muchfiandi, jajaran pengurus DPW, serta Pengurus Harian (PH) DPD LDII dari tujuh kabupaten/kota yang tergabung dalam Korda 3.
Perkuat Struktur hingga Tingkat Kecamatan
Ketua DPW LDII Sumbar H. Muchfiandi menegaskan, konsolidasi organisasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai pertemuan rutin, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi kondisi organisasi dan menentukan langkah perbaikan.
Menurutnya, penguatan struktur harus diikuti dengan kepengurusan yang aktif, program yang berjalan, serta koordinasi yang efektif.
“Ke depan kita berharap di setiap kecamatan dapat terbentuk kepengurusan. Ini bukan semata-mata untuk menambah struktur organisasi, tetapi bagaimana koordinasi menjadi lebih dekat, pembinaan lebih efektif, dan program organisasi dapat dilaksanakan dengan lebih baik,” ujar H. Muchfiandi.
Ia meminta setiap DPD melakukan evaluasi terhadap kepengurusan, termasuk memetakan kecamatan yang telah memiliki PC, kelurahan atau desa yang telah memiliki PAC, serta wilayah yang berpotensi dibentuk kepengurusan baru.
“Jangan sampai struktur organisasi terlihat lengkap di atas kertas, tetapi aktivitasnya tidak berjalan. Kita ingin membangun struktur yang hidup, aktif, dan memberikan manfaat,” tegasnya.
Administrasi dan Komunikasi Diperkuat
Selain penguatan struktur, Muchfiandi juga menekankan pentingnya pembenahan kesekretariatan dan administrasi organisasi. Data kepengurusan, kegiatan, dokumentasi, surat-menyurat, serta laporan perlu ditata dengan baik agar perkembangan organisasi dapat dipantau dan dievaluasi.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat komunikasi antara DPW, DPD, PC, dan PAC. Setiap persoalan di tingkat bawah diharapkan segera dikomunikasikan sehingga dapat dicarikan solusi secara bersama.
“Organisasi yang baik harus memiliki data yang baik. Kita juga tidak ingin ada pengurus yang berjalan sendiri-sendiri. Semua harus saling mendukung dan berkoordinasi,” katanya.
Karya dan Kontribusi Harus Dirasakan Masyarakat
Lebih lanjut, Ketua DPW LDII Sumbar mendorong agar semangat Karya, Kontribusi, dan Komunikasi tidak berhenti sebagai slogan di tingkat provinsi, tetapi benar-benar diwujudkan hingga PC dan PAC.
Program dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah, seperti bidang sosial, lingkungan, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, kepemudaan, maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Ia juga mendorong pengurus membangun komunikasi dan kemitraan dengan pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan di wilayah masing-masing.
“Jangan hanya datang kepada mereka ketika membutuhkan sesuatu. Bangun komunikasi sejak awal, sehingga hubungan tersebut menjadi hubungan yang baik dan berkelanjutan,” pesannya.
Melalui konsolidasi Korda 3 ini, DPW LDII Sumbar berharap setiap DPD memiliki tindak lanjut yang jelas, mulai dari evaluasi kepengurusan, pemetaan PC dan PAC, pembenahan administrasi, penyusunan program prioritas, hingga penguatan komunikasi dengan pemerintah dan masyarakat.
Dengan demikian, konsolidasi tidak berhenti pada pertemuan, tetapi menghasilkan langkah nyata yang dapat diukur dan dievaluasi secara berkelanjutan.
“Kita tidak sedang mengejar organisasi yang besar hanya secara jumlah. Yang kita bangun adalah organisasi yang tertib, aktif, solid, komunikatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas H. Muchfiandi.(*)
Editor :Andry