Ratusan Atlet Panjat Tebing Perebutkan 36 Medali Emas di Ajang Porprov XVI, 4 Daerah Absen
Cabor Panjat Tebing di Kabupaten Padang Pariaman.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG PARIAMAN -- Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat (Sumbar) untuk cabang olahraga (cabor) Panjat Tebing resmi bergulir dengan menyuguhkan persaingan ketat antar-atlet dari berbagai daerah di Sport Hall Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (7/10/2026).
Kompetisi bergengsi tingkat regional ini menjadi sorotan utama karena mempertemukan talenta-talenta muda terbaik dari penjuru Sumbar yang siap berjuang mendulang prestasi tertinggi bagi daerah masing-masing.
Di balik kemeriahan pembukaan acara, tersiar kabar kurang menyenangkan mengenai absennya sejumlah kontingen. Presiden Juri Ruzaimi Caus menyebutkan bahwa total ada 159 atlet yang tercatat mengikuti helatan Porprov XVI cabor panjat tebing ini dengan mewakili 15 kabupaten dan kota.
Namun, terdapat empat kabupaten dan kota yang tidak mengirimkan atletnya sama sekali dalam keikutsertaan kali ini, yakni Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Pariaman, dan Kabupaten Pasaman.
"Kabupaten Sijunjung, Limapuluh Kota, Kota Pariaman, dan Pasaman tidak ikut serta di Porprov XVI ini. Padahal, keikutsertaan seluruh kabupaten dan kota sejatinya akan membuat persaingan menjadi jauh lebih kompetitif dan merata di setiap kategori yang dipertandingkan," ujar Ruzaimi.
Lebih lanjut, Ruzaimi mengungkapkan bahwa kendala utama yang menyebabkan keempat daerah itu terpaksa absen adalah keterlambatan dalam persiapan atlet. Selain itu, mereka juga terkendala masalah teknis serta hambatan administrasi di tingkat kabupaten masing-masing.
Meskipun demikian, jalannya turnamen tetap berlangsung meriah dan profesional sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Panitia penyelenggara telah menyiapkan kuota pertandingan selama delapan hari penuh, yang mencakup seluruh rangkaian babak mulai dari kualifikasi, semifinal, hingga partai puncak atau final.
Terkait materi perlombaan, Ruzaimi menjelaskan bahwa terdapat 31 nomor yang dipertandingkan dengan mencakup empat kategori utama. Keempat kategori tersebut terdiri dari speed (kecepatan), lead (jalur kesulitan), boulder (jalur pendek), serta kategori campuran yang menguji ketahanan fisik dan strategi atlet.
Dari seluruh kategori yang dilombakan tersebut, jumlah medali yang diperebutkan sangat fantastis. "Dari seluruh kategori yang dilombakan tersebut, total medali yang diperebutkan 36 medali emas, 36 medali perak, dan 36 medali perunggu, sehingga total keseluruhan medali yang diperebutkan mencapai 108 keping medali," ujar Ruzaimi.
Sementara itu, aspek teknis penilaian dan penyelenggaraan pada kejuaraan kali ini juga mengalami pembaruan yang signifikan. Ruzaimi Caus menjelaskan bahwa sistem teknis telah diperbarui untuk menyesuaikan dengan peraturan terbaru tahun 2025, bahkan khusus untuk kategori lead, panitia penyelenggara sudah mulai memberlakukan peraturan tahun 2026.
"Langkah ini diambil agar para atlet daerah dapat beradaptasi lebih cepat dengan standar kompetisi global yang terus berkembang dari tahun ke tahun," tutup Ruzaimi.(*)
Editor :Andry