Askot PSSI Sawahlunto Belajar Sistem Pembinaan Modern di Pekanbaru
Askot PSSI Sawahlunto PSSI Kota Pekanbaru, Jumat (8/5/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID | PEKANBARU – Asosiasi Kota (Askot) PSSI Sawahlunto terus memperkuat program pembinaan sepak bola dengan melakukan studi komparatif ke PSSI Kota Pekanbaru, Jumat (8/5/2026). Kunjungan tersebut difokuskan pada penguatan manajemen organisasi, digitalisasi data atlet, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam pembinaan usia dini.
Rombongan Askot PSSI Sawahlunto yang dipimpin Ketua Askot Ronny Eka Putra dan didampingi Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah disambut Sekretaris PSSI Kota Pekanbaru Muhammad Haryono bersama jajaran pengurus di ruang rapat PSSI Kota Pekanbaru.
Dalam pertemuan tersebut, Direktur Teknik PSSI Kota Pekanbaru Philep Hansen Maramis memaparkan sistem pembinaan pemain usia dini yang diterapkan di Pekanbaru, termasuk pengelolaan database atlet berbasis digital yang dinilai efektif dalam memantau perkembangan pemain secara berjenjang.
Ketua Askot PSSI Sawahlunto Ronny Eka Putra mengatakan, banyak hal positif yang diperoleh dari kunjungan tersebut dan akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pengembangan sepak bola di Kota Sawahlunto.
“PSSI Sawahlunto sebenarnya sudah menunjukkan perkembangan cukup baik dengan mampu menggulirkan empat kompetisi sepanjang 2025. Namun, kami melihat masih banyak hal yang bisa ditingkatkan, terutama dalam sistem manajemen dan pendataan atlet secara modern,” ujarnya.
Menurut Ronny, digitalisasi data pemain menjadi kebutuhan penting agar proses pembinaan berjalan lebih terukur, mulai dari kelompok usia dini hingga level senior. Selain manajemen organisasi, aspek infrastruktur juga menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Philep Hansen Maramis menekankan pentingnya dukungan lapangan yang memadai agar program pembinaan dapat berjalan optimal.
“Program pembinaan yang bagus tidak akan maksimal tanpa dukungan sarana dan prasarana yang baik,” katanya. Usai diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan persahabatan di Stadion Utama Riau antara PSSI Sawahlunto melawan PSSI Pekanbaru. Pertandingan berlangsung sengit dan berakhir imbang 1-1.
Gol penyeimbang PSSI Sawahlunto dicetak Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah melalui tendangan melengkung dari luar kotak penalti setelah menerima umpan matang dari Erwin. Gol tersebut mendapat sambutan meriah dari penonton yang hadir.
Jeffry Hibatullah mengapresiasi keterbukaan PSSI Pekanbaru dalam berbagi pengalaman dan sistem pembinaan yang telah diterapkan.
“Kami mendapatkan banyak masukan, terutama terkait digitalisasi pembinaan pemain, peningkatan SDM, hingga pengelolaan kompetisi yang lebih profesional. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memajukan sepak bola Sawahlunto,” ungkapnya.
Kegiatan studi komparatif yang berlangsung selama tiga hari itu juga diisi dengan agenda mempererat silaturahmi antardaerah melalui pertandingan mini soccer bersama sejumlah tokoh dan unsur legislatif.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan laga persahabatan yang melibatkan PSSI Sawahlunto, PSSI Pekanbaru, Paguyuban Urawa, dan PWI Pekanbaru sebagai bentuk sinergi dalam membangun sepak bola daerah yang berkelanjutan.(*)
Editor :Andry