Anggaran Belum Jelas, Cabor Sawahlunto Usulkan Porprov XVI Ditunda
Rapat koordinasi bersama KONI Sawahlunto, Rabu (16/9/2026),
SIGAPNEWS.CO.ID | SAWAHLUNTO — Persoalan kepastian anggaran menjadi perhatian utama pengurus cabang olahraga (cabor) Kota Sawahlunto menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Dalam rapat koordinasi bersama KONI Sawahlunto, Rabu (16/9/2026), seluruh cabor yang hadir sepakat mengusulkan agar jadwal Porprov diundur ke minggu kedua November 2026.
Kesepakatan tersebut dituangkan melalui penandatanganan bersama setelah pengurus cabor membahas kondisi persiapan kontingen, terutama terkait belum tuntasnya proses administrasi hibah dan pencairan anggaran yang bersumber dari APBD Perubahan.
Ketua KONI Kota Sawahlunto, H. Jhon Reflita, mengatakan secara teknis para atlet sebenarnya telah menjalani berbagai tahapan persiapan, mulai dari seleksi, latihan hingga monitoring dan evaluasi.
“Secara teknis maupun kondisi fisik atlet, Kota Sawahlunto sebenarnya sudah siap untuk bertanding. Berbagai tahapan seleksi hingga monitoring dan evaluasi telah dilaksanakan. Namun tanpa adanya kepastian pencairan anggaran, kebutuhan kontingen tidak dapat dipenuhi sesuai aturan yang berlaku,” ujar Jhon Reflita.
Menurutnya, persoalan anggaran tidak hanya berkaitan dengan kesiapan mengikuti pertandingan, tetapi juga menyangkut kebutuhan administrasi dan operasional kontingen.
Karena itu, keberangkatan dengan jadwal semula pada 2–14 Oktober 2026 dinilai perlu dipertimbangkan kembali apabila kepastian pendanaan belum diperoleh.
Jhon menyebut batas waktu yang menjadi perhatian KONI Sawahlunto adalah 21 September 2026. Jika hingga batas tersebut dana APBD Perubahan belum dapat dicairkan, kondisi itu akan semakin menyulitkan pemenuhan kebutuhan kontingen.
“Apabila dana APBD Perubahan belum dapat dicairkan hingga 21 September 2026, maka Kota Sawahlunto berpotensi tidak dapat mengikuti Porprov Sumbar 2026 karena keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan administrasi dan operasional kontingen,” katanya.
Atas kondisi tersebut, para pengurus cabor menyepakati usulan penundaan pelaksanaan Porprov hingga minggu kedua November. Usulan itu diharapkan memberikan waktu tambahan bagi penyelesaian proses administrasi, termasuk penerbitan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan pencairan dana hibah.
Jhon menegaskan, usulan penundaan bukan karena atlet dan cabor belum siap bertanding. Sebaliknya, langkah tersebut ditempuh agar persiapan yang telah dilakukan dapat berjalan dengan dukungan administrasi dan pembiayaan yang sesuai ketentuan.
Kesepakatan seluruh cabor Sawahlunto selanjutnya menjadi dasar bagi KONI untuk menyampaikan aspirasi tersebut kepada pihak terkait penyelenggaraan Porprov XVI Sumatera Barat 2026.(*)
Editor :Andry