FIK UNP Bawa Riset Pencak Silat ke Panggung Internasional di Polandia
Dekan FIK UNP, Prof. Dr. Nurul Ihsan, M.Pd., saat mempresentasikan penelitian berjudul “Revitalizing the Silek Minangkabau Ecosystem” di Polandia
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG – Dua akademisi Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP) membawa hasil penelitian tentang pencak silat ke forum internasional melalui Konferensi Internasional Bela Diri Dunia yang berlangsung di Rzeszów, Polandia, pada 14–16 Oktober 2026.
Kedua akademisi tersebut adalah Dekan FIK UNP, Prof. Dr. Nurul Ihsan, M.Pd., dan Kepala Laboratorium Tes dan Pengukuran FIK UNP, Dr. Ardo Okilanda. Keduanya mempresentasikan hasil penelitian yang mengangkat pengembangan pencak silat, baik dari aspek pelestarian budaya maupun pembinaan atlet.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis (KKPS) UNP, Senin (19/10/2026), Prof. Nurul Ihsan menyampaikan bahwa ia mempresentasikan penelitian berjudul “Revitalizing the Silek Minangkabau Ecosystem”. Penelitian tersebut mengangkat upaya revitalisasi ekosistem silek Minangkabau sebagai bagian dari pelestarian dan pengembangan warisan budaya bela diri tradisional.
Sementara itu, Dr. Ardo Okilanda mempresentasikan penelitian berjudul “Longitudinal Biomotor Youth Athlete Pencak Silat West Sumatra”, yang membahas perkembangan kemampuan biomotor atlet muda pencak silat di Sumatera Barat.
Menurut Prof. Nurul Ihsan, konferensi internasional tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan akademisi bidang bela diri dari berbagai negara, di antaranya delegasi UNESCO ICM, Sangjin Yoon dari Korea Selatan, serta Prof. Bianca Miarka dari University of Rio de Janeiro, Brasil.
“Konferensi tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan hasil penelitian tentang pencak silat dan silek Minangkabau kepada komunitas akademik internasional,” ujarnya.
Selain mempresentasikan hasil penelitian, kedua akademisi FIK UNP tersebut juga resmi menjadi anggota International Martial Arts and Combat Sports Scientific Society (IMACSSS), sebuah organisasi ilmiah internasional yang bergerak dalam pengembangan kajian seni bela diri dan olahraga tarung.
Pada konferensi tersebut, Indonesia juga terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan IMACSSS 2027 setelah memenangkan proses pemilihan yang diikuti 18 negara lainnya. Presiden IMACSSS, Prof. Wojciech Cynarski, turut menyampaikan pesan khusus agar penyelenggaraan konferensi berikutnya di Indonesia dapat berlangsung sukses.
Partisipasi akademisi FIK UNP dalam forum internasional ini menjadi langkah penting untuk memperluas jejaring akademik, memperkenalkan kekayaan budaya pencak silat Indonesia, serta meningkatkan kontribusi riset UNP dalam pengembangan ilmu keolahragaan di tingkat global.
Sebagai tindak lanjut, artikel ilmiah yang dipresentasikan oleh kedua akademisi tersebut direncanakan diterbitkan dalam jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus Q2, IDO Movement for Culture. Publikasi ini diharapkan semakin memperkuat eksistensi riset UNP sekaligus memperluas pengakuan internasional terhadap kajian pencak silat dan silek Minangkabau.(*)
Editor :Andry









