Himpunan Mahasiswa Tambang UNP Gelar Mining Fair V 2026, Hadirkan Delapan Narasumber
HMTP FT UNP) menggelar Seminar Nasional Mining Fair V 2026 dengan menghadirkan delapan narasumber dari berbagai unsur di Auditorium UNP, Rabu (7/10/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG – Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (HMTP FT UNP) menggelar Seminar Nasional Mining Fair V 2026 di Auditorium UNP, Rabu (7/10/2026). Mengusung tema “Sinergi Pemerintah dan Industri dalam Mewujudkan Pertambangan yang Berkelanjutan, Inovatif dan Berdaya Saing Global”, kegiatan ini diikuti sebanyak 1.001 peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.
Seminar nasional tersebut menghadirkan delapan narasumber dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, industri pertambangan, asosiasi, hingga praktisi profesional. Beragam materi strategis dibahas, meliputi regulasi dan hilirisasi pertambangan, transformasi teknologi tambang bawah tanah, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kepemimpinan, hingga elektrifikasi alat berat untuk mendukung operasional pertambangan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor IV UNP, Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si., M.Si., yang mewakili Rektor UNP. Pembukaan turut dihadiri Kepala Bidang Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Mahyan, S.Pd., M.M., yang mewakili Gubernur Sumatera Barat, serta Wakil Dekan Fakultas Teknik UNP, Dr. Ir. Fadhilah, S.Pd., M.Si., IPM.
Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah transformasi teknologi pertambangan bawah tanah yang disampaikan oleh Underground Chief Engineer, Production Reliability PT Freeport Indonesia, Riezky Yarin, S.T. Dalam pemaparannya, ia mengulas perkembangan teknologi pertambangan, mulai dari sistem pengoperasian jarak jauh (remote operation) hingga penerapan teknologi otonom dan konsep smart mining.
Materi tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana perkembangan teknologi digital dan otomatisasi telah mengubah sistem operasional pertambangan modern, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keselamatan kerja.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuda Pratama, membahas peran regulasi dan hilirisasi dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral serta memperkuat daya saing industri pertambangan Indonesia. Menurut perspektif tersebut, sinergi antara pemerintah dan pelaku industri menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan tata kelola pertambangan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Narasumber lainnya turut mengangkat berbagai isu penting, seperti kolaborasi pemerintah dan industri, inovasi kepemimpinan, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan keselamatan kerja, penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik (good mining practices), serta penggunaan alat berat berbasis listrik.
Beragam materi tersebut memberikan wawasan komprehensif kepada mahasiswa mengenai perkembangan industri pertambangan, tantangan yang dihadapi, serta kebutuhan kompetensi sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi sektor pertambangan di masa depan.
Melalui penyelenggaraan Mining Fair V 2026, HMTP FT UNP berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis dari perkuliahan, tetapi juga mendapatkan perspektif praktis langsung dari para pemangku kepentingan dan profesional di industri pertambangan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, menjunjung tinggi keselamatan kerja, serta memiliki pemahaman terhadap prinsip-prinsip pertambangan berkelanjutan.
Dengan mengangkat isu-isu strategis pertambangan masa depan, Mining Fair V 2026 diharapkan dapat berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda yang inovatif dan mampu mengambil peran dalam memajukan industri pertambangan Indonesia di tingkat global.
Editor :Andry







