Kepala KKPS UNP Jadi Pemateri di Universitas Bangka Belitung, : Branding Harus Perkuat Identitas
Haris Satria saat menyampaikan materi di UBB.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG – Kepala Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis (KKPS) Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Haris Satria, M.Sn., menegaskan bahwa penguatan branding merupakan langkah strategis untuk membangun identitas dan meningkatkan pengenalan perguruan tinggi di tengah persaingan dunia pendidikan tinggi.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Workshop Media Informasi bertema “From Zero to Viral: Strategi Konten yang Menarik Perhatian” yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (UBB), Kamis (8/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Haris membawakan materi berjudul “Penguatan Identitas Branding, Semiotika Visual, dan Etika Komunikasi Publik dalam Pengelolaan Media Informasi Digital”.
Haris menjelaskan bahwa branding tidak sekadar berkaitan dengan penggunaan logo, warna, maupun tampilan visual sebuah institusi. Lebih dari itu, branding merupakan proses berkelanjutan dalam membangun identitas, karakter, dan citra yang memiliki makna sehingga mudah dikenali dan diingat oleh masyarakat.
Menurutnya, branding harus mampu menjadikan identitas sebuah perguruan tinggi semakin terlihat, dikenal, dan diperhitungkan oleh publik. Karena itu, setiap aktivitas komunikasi dan publikasi institusi perlu mencerminkan karakter, nilai, serta keunggulan yang ingin ditampilkan.
Dalam pengelolaan media digital, Haris juga menekankan pentingnya memahami hubungan antara pesan yang ingin disampaikan (what to say) dan cara menyampaikannya (how to say). Kedua aspek tersebut harus dirancang secara terintegrasi dengan memperhatikan strategi komunikasi, pemilihan kanal media, karakteristik audiens, serta perencanaan konten yang sesuai dengan kebutuhan publik.
Ia menilai, pengelolaan media informasi perguruan tinggi tidak cukup hanya dengan memperbanyak publikasi. Konten yang dihasilkan harus memiliki pesan yang jelas, menarik, konsisten, serta mampu memperkuat identitas dan reputasi institusi.
Selain penguatan branding, Haris turut membahas pentingnya etika komunikasi publik dalam penggunaan media sosial. Ia mengingatkan bahwa setiap pengelola media informasi harus bijak dalam berkomunikasi, menjaga sikap ketika berinteraksi, melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya, serta menghindari penyebaran konten provokatif dan informasi yang belum teruji kebenarannya.
Menurutnya, media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi yang produktif, edukatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui workshop tersebut, peserta diharapkan memperoleh pemahaman dan keterampilan dalam mengelola media informasi digital secara lebih strategis, kreatif, dan bertanggung jawab. Penguatan identitas branding juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta memperluas jangkauan informasi perguruan tinggi kepada masyarakat.
Partisipasi Kepala KKPS UNP sebagai narasumber dalam kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan komunikasi serta pemasaran strategis perguruan tinggi, sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi di Indonesia.(*)
Editor :Andry



