Jurnalis Haluan Fauzi, Nahkodai HIMASTERIKOM UNAND
Usai dilantik, Ketua HIMASTERIKOM UNAND periode 2026-2027 foto bersama.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG -- Himpunan Mahasiswa Magister Komunikasi (HIMASTERIKOM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (UNAND) memasuki babak kepengurusan baru.
Jurnalis media Haluan, Fauzi resmi dilantik sebagai Ketua HIMASTERIKOM UNAND periode 2026-2027 dalam prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah yang berlangsung di Kampus Pascasarjana UNAND, Jati, Sabtu (7/11/2026).
Pelantikan tersebut dipimpin langsung Kepala Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNAND, Dr. Elva Ronaning Roem, M.Si. Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Program Magister Komunikasi UNAND, Dr. Sarmiati, M.Si., serta keluarga besar mahasiswa Magister Komunikasi.
Momentum pergantian kepemimpinan ini tidak sekadar menjadi agenda regenerasi organisasi mahasiswa. Pelantikan juga dirangkai dengan workshop akademik bertajuk Dari Data Menuju Insight, Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Penelitian.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas akademik mahasiswa, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan pemanfaatan perangkat digital untuk mendukung penelitian ilmiah.
Workshop menghadirkan sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Dr. Sri Wahyuning Astuti, S.Psi., M.I.Kom., dosen Fakultas Ilmu Komunikasi dan Sosial Telkom University, membawakan materi penggunaan aplikasi SPSS dalam penelitian sosial.
Selanjutnya, Dr. Olih Solihin, S.Sos., M.I.Kom., dosen Program Studi Komunikasi Universitas Komputer Indonesia, memberikan materi pemanfaatan aplikasi NVivo untuk mendukung penelitian sosial.
Kegiatan semakin menarik dengan sesi praktik manajemen pemanfaatan AI untuk penulisan jurnal bereputasi internasional yang disampaikan Dr. Neka Fitriyah, S.Sos., M.Si., dosen FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten.
Kepala Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNAND, Dr. Elva Ronaning Roem, mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk membekali mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi dengan kompetensi yang lebih luas.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori dan praktik komunikasi. Mereka juga perlu memiliki keterampilan dalam memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI skills yang semakin dibutuhkan dalam lingkungan akademik saat ini.
"Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi tidak hanya dibentuk untuk menguasai teori dan praktik komunikasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan AI yang sangat dibutuhkan dalam iklim akademik hari ini," ungkapnya.
Khusus kepada Fauzi sebagai Ketua HIMASTERIKOM yang baru dilantik, Elva berpesan agar kepengurusan periode 2026-2027 mampu menjaga persatuan, solidaritas, dan semangat kekeluargaan di lingkungan organisasi.
Ia juga meminta pengurus menjalankan program kerja dan amanah organisasi secara bertanggung jawab. Dengan demikian, keberadaan HIMASTERIKOM tidak hanya menjadi wadah aktivitas mahasiswa, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi almamater dan masyarakat.
Sementara itu, Fauzi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh keluarga besar mahasiswa Magister Komunikasi UNAND, termasuk dukungan dari unsur dosen, departemen hingga fakultas.
Ia menyatakan kesiapannya untuk membawa HIMASTERIKOM menjadi organisasi yang aktif, progresif, dan memiliki program kerja strategis, terutama dalam pengembangan keilmuan komunikasi serta kontribusi nyata bagi masyarakat Sumatera Barat.
Menurut Fauzi, ilmu komunikasi memiliki ruang pengabdian yang sangat luas. Berbagai persoalan sosial membutuhkan pendekatan komunikasi yang tepat dan partisipatif agar proses penyelesaian masalah dapat melibatkan masyarakat secara bermakna.
Persoalan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari kajian media, proses pembangunan, investasi, kebencanaan hingga pengambilan keputusan dalam kebijakan politik, baik pada tingkat individu maupun pemerintahan.
"Masih banyak persoalan sosial yang membutuhkan pendekatan komunikasi partisipatif. Baik dalam kajian media, proses pembangunan, investasi, kebencanaan, maupun pengambilan keputusan kebijakan politik, baik individu maupun pemerintahan," ujarnya.
Karena itu, ia berharap HIMASTERIKOM dapat menjadi ruang bertemunya gagasan, penelitian, dan gerakan intelektual mahasiswa yang tidak berhenti pada diskusi akademik, tetapi juga mampu merespons berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Melalui kepengurusan baru ini, HIMASTERIKOM UNAND diharapkan semakin memperkuat peran mahasiswa Magister Komunikasi sebagai insan akademis yang kritis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghadirkan perspektif komunikasi dalam menjawab tantangan sosial di Sumatra Barat (Sumbar).(*)
Editor :Andry








