Sedimen Batang Kuranji Dikeruk, BWS Sumatera V Antisipasi Risiko Banjir di Kawasan Permukiman
Pengerukan sedimentasi di Batang Kuranji, Kota Padang.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG -- Sedimentasi yang terjadi di Batang Kuranji, Kota Padang, mulai ditangani Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.
Pengerukan sedimentasi dilakukan PT Nindya Karya di kawasan Siteba, Kecamatan Nanggalo. Penanganan ini ditujukan untuk mengembalikan kapasitas aliran sungai sekaligus mengurangi risiko luapan air ke kawasan permukiman masyarakat.
Pendangkalan Batang Kuranji terjadi setelah material sedimentasi terbawa bencana galodo pada November 2025. Material tersebut menyebabkan sebagian penampang sungai mengalami pendangkalan, sehingga kapasitas aliran perlu dipulihkan.
Kondisi ini menjadi perhatian karena aliran Batang Kuranji melintasi sejumlah kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga, termasuk kawasan Siteba hingga Air Pacah.
Project Manager PT Nindya Karya Sumbar, Mashudi, mengatakan pihaknya mendapat amanah dari BWS Sumatera V untuk melakukan pengerukan sedimentasi di kawasan Siteba.
Menurutnya, sedimentasi di lokasi tersebut cukup signifikan sehingga perlu segera ditangani. Pengerukan dilakukan untuk mengembalikan kondisi penampang sungai agar aliran air dapat berjalan lebih baik.
“Pengerukan ini untuk mengatasi pendangkalan sungai,” kata Mashudi, sebagaimana diberitakan Kabarins.com.
Ia menjelaskan, material yang telah diangkat dari badan sungai selanjutnya dibawa ke lokasi yang telah ditentukan BWS Sumatera V.
Material hasil pengerukan tersebut, kata Mashudi, tidak diperjualbelikan.
Lindungi Kawasan Permukiman
Penanganan sedimentasi menjadi penting bagi kawasan hilir Batang Kuranji karena perubahan kapasitas penampang sungai dapat memengaruhi kemampuan sungai mengalirkan debit air, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Dengan pengerukan tersebut, kapasitas aliran di lokasi yang mengalami pendangkalan diharapkan dapat kembali berfungsi secara optimal.
Namun, penanganan sedimentasi di bagian hilir tidak menjadi satu-satunya langkah dalam pengendalian banjir Batang Kuranji. BWS Sumatera V sebelumnya menyatakan bahwa Batang Kuranji juga membutuhkan penanganan sedimentasi dan pembangunan prasarana pengendali sedimen di kawasan hulu.
Hal itu diperlukan untuk mengurangi masuknya material sedimen dari daerah hulu yang berpotensi kembali terbawa arus menuju bagian hilir.
Hulu dan Hilir Harus Ditangani
Penanganan Batang Kuranji juga merupakan bagian dari pemulihan infrastruktur sumber daya air di Kota Padang pascabencana.
Data yang dilaporkan pada September 2026 menyebutkan pemulihan infrastruktur sumber daya air di Kota Padang telah mencapai sekitar 92 persen. Sementara kawasan Batang Kuranji-Maransi masih menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam proses pemulihan.
Selain pengerukan, pengendalian erosi di kawasan hulu, pembangunan bangunan pengendali sedimen, pemeliharaan sungai serta peningkatan kapasitas aliran menjadi bagian penting dalam penanganan jangka panjang.
Data tender yang tersedia juga mencatat adanya paket pekerjaan pembangunan pengendalian banjir dan sedimen Batang Kuranji beserta anak sungainya di Kota Padang dengan nilai pagu sekitar Rp249,55 miliar.
Rangkaian pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa penanganan Batang Kuranji dilakukan melalui sejumlah tahapan, baik di bagian hulu maupun hilir. Bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Batang Kuranji, terutama kawasan yang berdekatan dengan sungai, pemulihan kapasitas aliran menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi potensi peningkatan debit air saat hujan deras.
Pengerukan sedimentasi yang dilakukan di Siteba pun menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga fungsi Batang Kuranji sekaligus mendukung pengurangan risiko banjir di kawasan permukiman.(*)
Editor :Andry