BPS Sumbar Sebut, Inflansi Terendah Terjadi di Padang
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsin Sumatra Barat (Sumbar).
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG — Sumatra Barat (Sumbar) pada Desember 2025, mengalami inflansi sebesar 5,15 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,41. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Sugen Arianto, dalam Berita Resmi Statistik (BRS) bulanannya, mengatakan, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Pasaman Barat sebesar 7,09 persen dengan IHK sebesar 115,17 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Padang sebesar 4,66 persen dengan IHK sebesar 111,66 persen.
"Secara month to month (m-to-m), Provinsi Sumbar bulan Desember 2025, mengalami inflasi sebesar 1,48 persen hingga Desember 2025," katanya, Senin (5/1/2026) kemaren.
Disektor Nilai Tukar Petani (NTP), BPS Sumbar mencatat, naik sebesar 127,72 atau 1,57 persen dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan NTP dikarenakan peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 3,71 persen, lebih besar dibandingkan peningkatan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 2,11 persen.
"Untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) sebanyak 135,42 atau naik 3,65 persen dibandingkan sebelumnya," tandasnya.
Dibidang transportasi, untuk jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat dan yang datang dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) November 2025 masing-masing mengalami penurunan sebesar 5,24 persen dan 2,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Untuk ekspor Januari sampai November 2025, sebesar US$2.458,14 juta atau naik sebesar 22,66 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Nilai ekspor Provinsi Sumbar November 2025 sebesar US$117,20 juta atau turun sebesar 46,79 persen dibanding November 2024.
"Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor terbesar Januari–November 2025 adalah buah-buahan yang mengalami peningkatan sebesar US$17,46 juta (naik 71,30 persen)," imbuhnya.
Sementara yang mengalami penurunan terbesar adalah golongan sari bahan samak & celup (HS 32) US$40,71 juta (turun 28,35 persen).
Nilai impor di Sumbar pada Januari–November 2025 mencapai US$530,17 juta atau naik 15,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Untuk wilayah Sumbar,mencapai US$66,30 juta, atau naik 39,73 persen dibandingkan November 2024," tuturnya.
Sementara Tingkat Penghunian Hotel (TPH) dan non bintang di Sumbar di November 2025 masing-masing sebesar 45,55 persen dan 14,42 persen.(*)
Editor :Andry