BPJN Sumbar Percepat Penanganan Galodo Kayu Aro, Sejumlah Alat Berat Dikerahkan
Tampak alat berat sedang melakukan pembersihan bekas lumpur.
SIGAPNEWS.CO.ID | SOLOK -- Penanganan dampak galodo yang melanda kawasan Kayu Aro, Kabupaten Solok, terus dipercepat Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat.
Sejak pagi, tim di lapangan masih melakukan berbagai pekerjaan untuk membersihkan material yang terbawa arus galodo. Material berupa lumpur, batu hingga bongkahan kayu yang menumpuk di sejumlah titik dibersihkan secara bertahap agar fungsi jalan dan drainase kembali normal.
Penanganan tidak hanya difokuskan pada pembersihan badan jalan, tetapi juga diarahkan untuk mengembalikan fungsi sistem drainase yang terdampak material galodo. Kondisi drainase menjadi perhatian karena tumpukan batu dan lumpur dapat menghambat aliran air dan berpotensi mengganggu kondisi jalan apabila tidak segera ditangani.
Salah satu pekerjaan yang dilakukan tim adalah menarik bongkahan kayu yang tersangkut di bawah jembatan. Proses tersebut dilakukan dengan dukungan tim pemadam kebakaran (Damkar), mengingat posisi material kayu yang berada di bawah struktur jembatan membutuhkan penanganan secara hati-hati.
Di sekitar depan Rumah Makan Kayu Aro, pembersihan material juga terus berlangsung. Untuk mempercepat pekerjaan, BPJN Sumbar mengerahkan satu unit wheel loader, satu unit motor grader dan tiga unit dump truck.
Alat berat tersebut digunakan untuk mengangkat, meratakan dan mengangkut material yang menutupi ruang milik jalan. Pembersihan dilakukan secara bertahap agar akses kendaraan tetap dapat dilalui selama proses penanganan berlangsung.
Selain pembersihan material di badan jalan, pekerjaan juga dilakukan pada sejumlah saluran drainase yang mengalami penyumbatan akibat material batu dan lumpur.
Untuk pekerjaan tersebut, dikerahkan satu unit backhoe loader, satu unit excavator dan dua unit dump truck. Alat berat digunakan untuk membongkar material yang menyumbat drainase, mengangkat lumpur dan batu, kemudian mengangkutnya keluar dari lokasi penanganan.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam pemulihan pascagalodo. Selain memastikan badan jalan kembali bersih, normalisasi drainase diperlukan agar aliran air dapat kembali berfungsi dengan baik dan tidak menggenangi badan jalan.
BPJN Sumbar menargetkan penanganan dilakukan secepat mungkin dengan tetap memperhatikan kondisi lapangan dan keselamatan petugas. Aktivitas alat berat juga terus disesuaikan dengan kondisi lalu lintas sehingga pekerjaan dapat berjalan tanpa mengabaikan pengguna jalan.
Pantauan kondisi kawasan Kayu Aro pada pagi hari, Selasa (29/9/2026), menunjukkan cuaca masih berkabut. Meski demikian, arus kendaraan yang melintas terpantau ramai dan masih berjalan lancar, aman serta terkendali.
Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas karena jarak pandang dapat berkurang ketika kawasan diselimuti kabut. Terlebih, aktivitas alat berat masih berlangsung di sejumlah titik sehingga pengguna jalan perlu meningkatkan kewaspadaan ketika melintas.
Pengguna jalan yang melintasi kawasan penanganan galodo diimbau mengurangi kecepatan kendaraan, menjaga jarak aman, memperhatikan jarak pandang serta mengikuti rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan.
Penanganan yang dilakukan BPJN Sumbar ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga konektivitas dan keselamatan pengguna jalan setelah bencana galodo melanda kawasan tersebut.
Dengan dukungan alat berat dan personel di lapangan, pembersihan material terus dilakukan secara bertahap. Fokus utama penanganan adalah memastikan ruang milik jalan kembali bersih, drainase berfungsi, serta arus lalu lintas tetap dapat berlangsung dengan aman dan terkendali.
BPJN Sumbar juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur di kawasan terdampak, terutama pada titik-titik yang masih menyisakan material galodo, sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.(*)
Editor :Andry