Dana Hibah Belum Cair, Keikutsertaan Sawahlunto di Porprov XVI Terancam
Ketua KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita.
SIGAPNEWS.CO.ID | SAWAHLUNTO -- Persiapan kontingen Kota Sawahlunto menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang dijadwalkan 2–14 Oktober 2026 menghadapi kendala waktu. Dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang dianggarkan melalui APBD Perubahan belum dapat dicairkan, sementara kebutuhan kontingen harus dipersiapkan sebelum pertandingan dimulai.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto, Meldi Hidayah Marta, mengatakan pencairan dana hibah masih menunggu selesainya sejumlah tahapan administrasi. Menurutnya, APBD Perubahan telah disepakati DPRD bersama Pemerintah Kota Sawahlunto pada 31 Agustus 2026 dan disampaikan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk dievaluasi pada 3 September 2026.
“Setelah berkas diantarkan ke provinsi pada 3 September, evaluasi dilakukan berjenjang mulai dari BPKAD Provinsi, Kemendagri, hingga kembali ke provinsi dan baru dijadwalkan sampai ke Sawahlunto pada 24 September,” kata Meldi, Senin (14/9/2026).
Setelah tahapan evaluasi tersebut, masih ada proses pembahasan bersama DPRD dan Gubernur hingga diterbitkannya nomor register. Selanjutnya pemerintah daerah harus menerbitkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), sebelum dana dapat ditransfer kepada KONI untuk digunakan memenuhi kebutuhan kontingen.
Kondisi tersebut membuat waktu persiapan semakin terbatas. Kebutuhan seperti pakaian kontingen dan peralatan pertandingan belum dapat dibelanjakan sebelum kepastian pencairan dana hibah diperoleh.
Ketua KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita, mengatakan persoalan tersebut bukan berkaitan dengan kesiapan atlet. Menurutnya, secara teknis dan fisik kontingen Sawahlunto telah melakukan persiapan untuk menghadapi Porprov XVI.
“Secara teknis dan fisik, Sawahlunto sebenarnya paling siap bertanding. Namun, persoalan anggaran menjadi titik balik karena kami tidak bisa membelanjakan perlengkapan kontingen dan peralatan tanding tanpa kepastian dana,” ujar Jhon.
Ia mengatakan KONI juga harus mempertimbangkan aspek administrasi dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Karena itu, jika dana APBD Perubahan belum dapat dicairkan pada 21 September 2026, pihaknya menyatakan Sawahlunto tidak akan mengikuti Porprov XVI Sumbar.
Sebagai salah satu opsi penyelesaian, Jhon mengusulkan agar jadwal Porprov XVI Sumbar digeser ke minggu kedua November 2026. Menurutnya, perubahan jadwal akan memberikan waktu yang lebih memadai bagi daerah peserta menyelesaikan proses pencairan dana hibah sekaligus mempersiapkan kebutuhan kontingen secara sesuai ketentuan.(*)
Editor :Andry