Pembicara KONASPI XII, Prof. Ganefri Dorong LPTK Jadi Orkestra Ekosistem Pendidikan
Senior Eksekutif UNP Prof. Ganefri saat menjadi pembicara di KONASPI, Bali, Sabtu (3/10/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID |BALI — Senior Eksekutif Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Drs. Ganefri, M.Pd., Ph.D., mendorong Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) memperkuat perannya, bukan hanya sebagai penghasil lulusan, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem pendidikan yang mampu menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Prof. Ganefri saat menjadi pembicara pada Konferensi Nasional Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Indonesia (KONASPI) XII 2026 di Nusa Dua Bali Convention Center, Bali, Sabtu (3/10/2026).
Dalam paparannya yang mengangkat tema “Penguatan LPTK untuk Menjaga Mutu Pendidikan, Menggerakkan Transformasi, dan Mewujudkan Dampak Menuju Indonesia Emas 2045”, Ganefri menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang lebih kuat antara LPTK, pemerintah, sekolah, dunia usaha dan dunia industri, komunitas, serta mitra global.
Menurutnya, berbagai tantangan pendidikan, mulai dari kesenjangan pembelajaran, distribusi guru, perkembangan kecerdasan artifisial (AI), hingga pemerataan mutu pendidikan, tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi secara sendiri-sendiri.
Karena itu, LPTK perlu mengambil peran strategis sebagai Quality Guardian, Transformation Engine, dan Ecosystem Orchestrator. Ketiga peran tersebut menempatkan LPTK sebagai penghubung berbagai kekuatan, mulai dari talenta, pedagogi, riset, inovasi, data, hingga kemitraan untuk mendorong perubahan pendidikan yang lebih sistematis.
Ganefri juga menegaskan bahwa keberhasilan kolaborasi tidak cukup diukur dari jumlah nota kesepahaman (MoU), banyaknya kegiatan, maupun publikasi yang dihasilkan. Kerja sama harus diarahkan pada perubahan yang terukur, memberikan manfaat nyata, serta dapat diperluas ke berbagai wilayah dan satuan pendidikan.
Untuk itu, ia menawarkan pendekatan Co-Diagnose, Co-Design, Co-Invest, Co-Deliver, Co-Measure, dan Co-Scale sebagai kerangka dalam membangun kemitraan yang berorientasi pada dampak.
“Partnership is not the goal. Shared impact is the goal,” tegas Ganefri.
Melalui pendekatan tersebut, LPTK diharapkan tidak berhenti pada kerja sama administratif, tetapi mampu berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas guru, penguatan praktik pembelajaran, peningkatan mutu sekolah, hingga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari arah transformasi LPTK menuju 2045 melalui tahapan Connect, Integrate, Scale, dan Lead. Tahapan ini diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang semakin terhubung, terintegrasi, mampu berkembang dalam skala yang lebih luas, dan pada akhirnya tampil sebagai pemimpin perubahan pendidikan.
Dengan paradigma tersebut, LPTK diharapkan mampu menjalankan peran strategis dalam menjaga mutu pendidikan sekaligus menjadi penggerak transformasi dan orkestrator ekosistem pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.(*)
Editor :Andry