Arus Mudik Lebaran Menunjukan Peningkatan di BIM
Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG PARIAMAN -- Arus mudik lebaran 1447 Hijirah/2026 Masehi, tampak tetlihat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan. Puncak arus mudik yang terjadi pada Minggu (22/3/2026) yang mencapai 9.000 penumpang.
Namun,untuk arus balik lebaran PT Angkasa Pura II BIM memprediksi puncak arus balik akan, terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026. Lonjakan penumpang sudah mulai terlihat.
General Manager PT. Angkasa Pura II BIM Dony Subardono mengatakan, kondisi tersebut, menunjukkan adanya dinamika arus balik yang tidak hanya terpusat pada satu waktu.
"Diprediksi tanggal 28–29 Maret. Kemungkinan ada dua gelombang, yakni pegawai atau anak sekolah, serta perantau, sehingga puncaknya bisa berbeda,” ujar Dony.
Menurutnya, perbedaan karakter penumpang tersebut membuat pola arus balik lebaran tahun ini lebih menyebar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Menghadapi lonjakan tersebut, Angkasa Pura II BIM memastikan berbagai kesiapan telah dilakukan guna memberikan pelayanan maksimal kepada para pemudik.
"Posko arus balik masih terus kami operasikan di area bandara untuk membantu kebutuhan penumpang," ujarnya.
Selain itu, peningkatan fasilitas juga dilakukan, di antaranya penambahan eskalator di area keberangkatan yang kini menjadi dua unit untuk memperlancar mobilitas penumpang.
“Kami juga melakukan perubahan alur atau flow penumpang menuju ruang tunggu. Ini untuk menambah kapasitas area duduk bagi penumpang yang menunggu boarding,” ucapnya.
Selain itu, rekayasa jalur penumpang dilakukan dengan menggabungkan beberapa akses menuju ruang tunggu, yang berdampak pada penambahan kapasitas sekitar 100 kursi. Selain itu, konfigurasi tempat duduk turut diubah agar memberikan kesan ruang yang lebih luas dan nyaman bagi pengguna jasa bandara.
Dari sisi pergerakan penumpang, terjadi peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angkasa Pura II BIM mencatat kenaikan sekitar 8,6 hingga 9 persen pada arus balik lebaran tahun ini.
Dony menyebut, peningkatan tersebut diduga dipengaruhi oleh tingginya antusiasme masyarakat untuk pulang kampung. Termasuk mereka yang sebelumnya belum sempat mudik akibat bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Banyak faktor, kemungkinan karena sebelumnya ada yang belum sempat pulang saat bencana, sehingga momen Lebaran ini dimanfaatkan untuk pulang dan memastikan kondisi keluarga maupun kampung halaman,” tutupnya.(*)
Editor :Andry