Pemprov Sumbar Rilis Kerugian Pasca Bencana Hidrometeorologi Hampir 250 Ribu Warga Sumbar Terdampak
Situasi di Jembatan Kembar Padang Panjang pasca banjir bandang.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengeluarkan data terbaru yang mengungkap betapa luas dan seriusnya dampak bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu. Hampir seperempat juta warga terdampak, ratusan meninggal dunia, dan ribuan rumah rusak dalam bencana yang disebut sebagai salah satu yang paling kompleks dalam sepuluh tahun terakhir.
Data ini disampaikan Posko Terpadu Kebencanaan Sumbar pada Minggu pagi (7/12/2025), dan langsung menyorot perhatian publik karena skalanya yang masif.
“Dampaknya sangat luas. Ini situasi luar biasa,” kata Sekdaprov
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyampaikan bahwa 16 kabupaten/kota dan 50 kecamatan kini tercatat masuk dalam wilayah terdampak resmi.
“Data sudah diverifikasi lintas instansi, sehingga akurasinya dapat dipertanggungjawabkan. Ini gambaran situasi terkini yang akan terus diperbarui,” ujar Arry.
Korban Mencapai Angka Mengkhawatirkan
Total warga terdampak: 247.402 jiwa
Dengan rincian:
Meninggal dunia: 228 orang
Hilang: 98 orang
Luka-luka: 112 orang
Mengungsi: 20.604 orang
Arry menyampaikan duka mendalam atas tingginya jumlah korban jiwa yang banyak terjadi di daerah longsor dan banjir bandang.
“Setiap korban adalah kehilangan besar. Kami mohon doa dan kekuatan untuk seluruh warga Sumbar,” ucapnya.
Ribuan Rumah Rusak, Puluhan Ribu Terendam
Bencana juga menghantam permukiman warga dan infrastruktur dasar secara besar-besaran:
Kerusakan rumah warga:
Rusak ringan: 3.831 unit
Rusak sedang: 1.032 unit
Rusak berat: 1.572 unit
Terendam banjir: 35.213 unit
Hanyut/hilang: 735 unit
Fasilitas publik terdampak:
Rumah ibadah: 148 unit
Fasilitas kesehatan: 66 unit
Kantor pemerintahan: 28 unit
Sekolah: 338 unit
Arry menegaskan pemulihan layanan publik — termasuk pendidikan, kesehatan dan kegiatan keagamaan — menjadi prioritas mendesak setelah akses jalan dibuka kembali.
Sektor Ekonomi Produktif Lumpuh di Banyak Titik
Bencana ini juga memukul sektor ekonomi rakyat:
Sawah terdampak: 6.749 ha
Lahan pertanian terdampak: 6.713 ha
Kebun terdampak: 1.031 ha
Kolam ikan terdampak: 10.486 unit
Kerusakan sarana dan prasarana vital:
Ruas jalan rusak: 172 ruas
Jembatan terdampak: 46 unit
Kerusakan infrastruktur ini membuat distribusi bantuan terhambat di sejumlah lokasi.
Kerugian Material Masih Dihitung, Fokus Pada Keselamatan Warga
“Kita masih verifikasi kerugian di lapangan. Yang penting saat ini adalah memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan layanan dan perlindungan yang tepat dan cepat,” tegas Arry.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, relawan, dan pemerintah pusat.
“Sumatera Barat adalah daerah yang tangguh. Dengan kebersamaan dan gotong royong, kita bisa melewati ujian ini. Pemerintah pusat juga sudah berkomitmen membantu penuh,” ujarnya.
Bencana ini menjadi pengingat bahwa Sumatera Barat berada di salah satu daerah paling rawan hidrometeorologi di Indonesia. Dengan curah hujan yang belum sepenuhnya mereda, pemerintah dan masyarakat masih harus tetap siaga penuh.(*)
Editor :Andry