Rel Sumbar Jadi Andalan, KAI Siap Perkuat Konektivitas Pulau Sumatra
PT. KAI Indonesia.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG – Jaringan rel kereta api di Sumatera Barat dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan konektivitas Pulau Sumatra, seiring tingginya kepercayaan masyarakat yang terus menggunakan layanan kereta api untuk mobilitas maupun distribusi logistik.
Rel kereta api di Sumatera Barat bukan hanya menjadi saksi sejarah pembangunan daerah, tetapi juga terus berkembang menjadi tulang punggung transportasi yang menghubungkan kawasan permukiman, pusat ekonomi, destinasi wisata, hingga akses menuju Bandara Internasional Minangkabau.
Jalur tersebut pada masa lalu dibangun untuk mengangkut batu bara Ombilin menuju Pelabuhan Emmahaven yang kini dikenal sebagai Teluk Bayur, sebelum berkembang menghubungkan Pariaman, Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh, hingga Sawahlunto.
Sejarah itu kini kembali mendapat perhatian karena sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat konektivitas perkeretaapian di Pulau Sumatra.
KAI Divre II Sumatera Barat saat ini mengelola jaringan rel sepanjang 312,232 kilometer spoor yang terdiri dari 110,910 kilometer jalur aktif dan 201,322 kilometer jalur nonaktif.
Operasional perkeretaapian didukung oleh 20 stasiun dan shelter penumpang serta empat stasiun angkutan barang yang melayani berbagai kebutuhan masyarakat.
Layanan penumpang dilayani melalui KA Pariaman Ekspres, KA Minangkabau Ekspres, dan KA Lembah Anai, sedangkan angkutan barang melayani distribusi semen dan klinker pada relasi Indarung–Bukit Putus.
Sepanjang Semester I 2026, KAI Divre II Sumatera Barat melayani sebanyak 1.140.586 pelanggan, sementara volume angkutan barang mencapai 556.465 ton yang terdiri dari 362.740 ton semen dan 193.725 ton klinker.
Jumlah pelanggan kereta api di Sumatera Barat juga terus meningkat dalam lima tahun terakhir dari sekitar 1,09 juta penumpang pada 2021 menjadi 1.978.241 penumpang sepanjang 2025 atau tumbuh sekitar 81 persen.
Peningkatan tersebut memperlihatkan kereta api semakin dipercaya masyarakat sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan efisien.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan sejarah panjang perkeretaapian menjadi modal besar dalam mendukung penguatan konektivitas Pulau Sumatra.
"Perkeretaapian di Sumatera Barat memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi sejarah, tetapi juga manfaat yang terus dirasakan masyarakat karena mendukung mobilitas harian, sektor pariwisata, distribusi logistik, hingga akses menuju bandara," ujarnya.
Potensi pengembangan perkeretaapian juga semakin besar karena didukung pertumbuhan sektor pariwisata di Sumatera Barat yang memiliki sejumlah destinasi unggulan seperti Jam Gadang, Danau Singkarak, Sawahlunto, Padang Panjang, dan Bukittinggi.
Selain itu, sejumlah jalur nonaktif seperti Naras–Sungai Limau, Kayu Tanam–Padang Panjang–Bukittinggi, hingga Solok–Muaro Kalaban masih memiliki peluang untuk direaktivasi pada masa mendatang.
Reza menilai peningkatan jumlah pelanggan dan angkutan barang menjadi indikator semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.
"Apabila pengembangan jaringan maupun reaktivasi jalur dapat direalisasikan secara bertahap sesuai perencanaan pemerintah, kami optimistis kereta api akan semakin berperan dalam memperkuat konektivitas antardaerah, meningkatkan efisiensi logistik, memperluas akses menuju kawasan wisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata," katanya.
Ia menegaskan KAI Divre II Sumatera Barat siap mendukung pengembangan perkeretaapian nasional yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. (*)
Editor :Andry