Pakaian Adat Jadi Pengingat Identitas Budaya, Dinas Perindag Sumbar Semarakkan HUT ke-81
Pegawai di lingkungan Dinas Perindag Provinsi Sumatera Barat kompak mengenakan pakaian adat Minangkabau di Hari Jadi Sumatera Barat ke-81.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG -- Peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-81 tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial. Di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Sumatera Barat, momentum tersebut dimanfaatkan untuk menumbuhkan kembali kebanggaan terhadap identitas budaya daerah.
Hal itu terlihat saat jajaran Dinas Perindag Sumbar mengikuti apel pagi, Senin (28/9/2026), dengan mengenakan pakaian adat Minangkabau.
Pegawai perempuan mengenakan Baju Kurung Basiba, sementara pegawai laki-laki menggunakan Baju Guntiang Cino atau Taluak Balango. Penggunaan pakaian adat tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor 120/73.GSB/Pem-Otda/2026 tentang partisipasi dalam peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-81. Hari Jadi Sumbar yang diperingati setiap 1 Oktober tahun ini mengusung tema “Sumbar Tumbuh Sumbar Tangguh.”
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat, Novrial, SE, M.Ak, mengatakan penggunaan pakaian adat memiliki makna lebih dari sekadar mengikuti ketentuan peringatan hari jadi daerah.
Menurutnya, pakaian adat merupakan bagian dari identitas masyarakat Sumatera Barat yang perlu terus dijaga dan diperkenalkan, termasuk di lingkungan pemerintahan.
“Ini merupakan bentuk partisipasi kita dalam menyemarakkan Hari Jadi Sumatera Barat ke-81. Pakaian adat bukan hanya pakaian, tetapi merupakan bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Sumatera Barat yang perlu kita jaga dan lestarikan,” ujar Novrial.
Ia menyebut, lingkungan pemerintahan juga memiliki peran dalam memperkenalkan dan menjaga keberadaan budaya daerah. Karena itu, momentum Hari Jadi Sumbar dapat menjadi pengingat bahwa aktivitas pemerintahan dan pembangunan tetap dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya.
“Dengan mengenakan pakaian adat, kita ingin menunjukkan bahwa kemajuan pembangunan dan aktivitas pemerintahan tetap berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Semangatnya sesuai dengan tema Hari Jadi Sumatera Barat tahun ini, Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh,” katanya.
Dalam surat edaran tersebut, selain pakaian adat Minangkabau, aparatur juga diberikan pilihan mengenakan pakaian tradisional Kepulauan Mentawai hasil rekonstruksi/formal beserta aksesorinya maupun pakaian tradisional khas Sumatera Barat lainnya seperti kain songket dan batik.
Novrial berharap peringatan Hari Jadi Sumatera Barat tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat memperkuat rasa memiliki terhadap daerah sekaligus mendorong pelestarian kekayaan budaya Sumbar.
“Harapan kita, peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-81 ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat kecintaan kita terhadap daerah, budaya, serta membangun Sumatera Barat yang semakin maju dan tangguh,” tuturnya.
Kekompakan jajaran Dinas Perindag Sumbar mengenakan pakaian adat menjadi salah satu bentuk partisipasi perangkat daerah dalam menyambut Hari Jadi Sumatera Barat ke-81 yang diperingati pada 1 Oktober 2026.(")
Editor :Andry