Bus EPA Star Terbakar di Padang, 22 Penumpang Selamat
Pemadaman kebakaran sedang memadamkan api yang keluar dari ban bus EPA Star.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG – Bus pariwisata milik PT Eka Permata Agung (EPA Star) terbakar di kawasan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Selasa pagi (13/10/2026), saat mengangkut 22 penumpang dalam perjalanan dari Palembang menuju Padang.
Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat dan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden kebakaran bus di Padang tersebut.
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 07.12 WIB.
“Laporan kejadian masuk ke Mako Damkar pada pukul 07.12 WIB, kemudian petugas langsung mengerahkan satu unit armada dengan 16 personel ke lokasi kejadian,” ujar Rinaldi, Selasa (13/10/2026).
Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 07.28 WIB setelah menempuh jarak kurang lebih 10 kilometer untuk melakukan penanganan.
Bersama personel Polri dan Dinas Perhubungan (Dishub), petugas berhasil memadamkan api hingga proses penanganan dinyatakan selesai pada pukul 07.43 WIB.
Berdasarkan keterangan sopir bus bernama Ronaldi (43), kendaraan tersebut sedang melintasi perjalanan antardaerah dengan membawa 22 penumpang dari Palembang menuju Padang ketika insiden terjadi.
Rinaldi menyebutkan, kebakaran diduga bermula saat sopir melihat percikan api pada ban bagian kanan sebelah dalam bus.
“Dugaan sementara, api berasal dari panas berlebih atau overheat pada bagian kampas rem, tetapi penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp20 juta, sementara seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri tanpa harus mengungsi.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengingatkan pengemudi kendaraan umum maupun pribadi agar memeriksa kondisi kendaraan secara rutin, terutama sistem pengereman, sebelum melakukan perjalanan.
Pemeriksaan teknis kendaraan secara berkala dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran maupun kecelakaan akibat gangguan komponen kendaraan selama perjalanan. (*)
Editor :Andry