Sarlina Putri: Pensiun 2027, Politik Tergantung Takdir
Sarlina Putri SE. M.Par
SIGAPNEWS.CO.ID | SAWAHLUNTO — Nama Sarlina Putri, SE., M.Par., kembali menjadi perbincangan di Kota Sawahlunto. Birokrat senior yang saat ini menjabat Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto itu mengaku siap memasuki dunia politik setelah pensiun sebagai aparatur sipil negara (ASN) pada 1 September 2027 mendatang.
Perempuan yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial tersebut mulai membuka peluang untuk melanjutkan pengabdiannya kepada masyarakat melalui jalur politik. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan untuk terjun ke dunia politik nantinya tetap bergantung pada takdir.
Dalam sebuah percakapan, Sarlina mengungkapkan bahwa sejumlah masyarakat telah mendorong dirinya untuk maju sebagai calon anggota legislatif maupun mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah.
“Yang pasti, setelah pensiun berkumpul dengan anak-anak dan keluarga dulu di Bali. Politik tergantung takdir,” ujar Sarlina.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa meskipun terbuka terhadap kemungkinan terjun ke dunia politik, Sarlina belum ingin terburu-buru menentukan langkah. Baginya, menyelesaikan tugas sebagai birokrat dan menikmati waktu bersama keluarga setelah pensiun menjadi hal yang perlu diprioritaskan.
Namun, wacana mengenai kiprah politik Sarlina bukanlah hal baru. Menjelang Pilkada Kota Sawahlunto 2024, namanya sempat mencuat dalam bursa kandidat potensial yang diperbincangkan masyarakat.
Sempat Mencuat dalam Polling Pilkada 2024
Pada momentum menjelang Pilkada Sawahlunto 2024, nama Sarlina Putri sempat menempati posisi teratas dalam jajak pendapat daring yang dirilis media lokal Sumatera Barat, Jurnal Sumbar.
Berdasarkan data polling yang disampaikan, Sarlina disebut meraih dukungan sekitar 32 hingga 34 persen dan mengungguli sejumlah tokoh lokal, termasuk wali kota petahana saat itu, Deri Asta.
Meski demikian, hasil polling daring tersebut merupakan gambaran pilihan responden pada platform dan periode tertentu, bukan survei representatif yang dapat dijadikan ukuran pasti dukungan masyarakat secara keseluruhan.
Pada Pilkada 2024, Sarlina tidak maju sebagai kandidat. Statusnya sebagai PNS menjadi salah satu pertimbangan karena pencalonan kepala daerah mengharuskan ASN memenuhi ketentuan pemberhentian dari status kepegawaiannya sesuai peraturan yang berlaku.
Kini, dengan masa purna tugas yang semakin dekat, peluang untuk memasuki dunia politik kembali terbuka baginya setelah resmi pensiun.
Aktif Melalui Yayasan Varisha Peduli
Di luar kesibukannya sebagai birokrat, Sarlina dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial melalui Yayasan Varisha Peduli, yayasan yang dipimpinnya.
Salah satu program yang masih berjalan hingga saat ini adalah Jumat Barokah. Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai aksi kepedulian sosial, termasuk membagikan makanan kepada fakir miskin dan masyarakat umum.
Melalui program tersebut, Sarlina bersama Yayasan Varisha Peduli berupaya menghadirkan kepedulian secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Aktivitas sosial itu menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya di Kota Sawahlunto. Kiprahnya di bidang sosial juga membuat namanya dikenal di berbagai kalangan masyarakat, termasuk komunitas perempuan.
Bagi Sarlina, pengabdian tidak harus berakhir ketika seseorang meninggalkan jabatan formal. Selama masih memiliki kesempatan dan kemampuan, ia ingin tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Prinsip tersebut pula yang mendasari keterbukaannya terhadap kemungkinan memasuki dunia politik setelah pensiun.
Pemilu 2029 Masih Terbuka
Dengan jadwal pensiun pada 1 September 2027, Sarlina masih memiliki waktu untuk menuntaskan tugasnya sebagai birokrat sebelum menentukan arah pengabdian berikutnya.
Pemilu 2029 menjadi salah satu momentum yang berpotensi membuka ruang baginya untuk berkiprah di dunia politik, baik melalui pemilihan legislatif maupun kontestasi kepala daerah. Namun, hingga kini belum ada keputusan final mengenai jalur yang akan dipilihnya.
Di satu sisi, dorongan masyarakat dan pengalamannya dalam kegiatan sosial menjadi bagian dari dinamika yang mengiringi rencana tersebut. Di sisi lain, Sarlina memilih untuk tidak mendahului takdir dan ingin menikmati masa pensiun bersama keluarga terlebih dahulu.
Dengan demikian, perjalanan politik Sarlina Putri masih menjadi kemungkinan yang menarik untuk dicermati menjelang Pemilu 2029. Setelah bertahun-tahun mengabdi di pemerintahan dan aktif dalam kegiatan sosial, babak berikutnya dalam perjalanan hidupnya akan ditentukan setelah masa purna tugas tiba.
Untuk saat ini, Sarlina memilih fokus menyelesaikan pengabdiannya sebagai ASN, sebelum berkumpul bersama anak-anak dan keluarga di Bali, sembari menyerahkan rencana masa depannya pada takdir.(*)
Editor :Andry







